Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat, FAA tahun lalu telah mengingatkan seluruh maskapai dunia bahwa Boeing 777 harus menjalani pemeriksaan tambahan dan berulang untuk mendeteksi adanya tanda retakan dan korosi pada kulit badan pesawat.
Diingatkan FAA, retakan dan korosi itu bisa menimbulkan dekompresi cepat dan hilangnya keutuhan struktural pesawat.
CEO MAS Ahmad Jauhari Yahya mengatakan, MAS telah menerima pemberitahuan FAA tersebut dan telah bertindak sesuai arahan FAA. Namun Ahmad tak bisa mengkonfirmasi apakah pemeriksaan itu telah dilakukan pada pesawat MAS MH370 yang hilang pada Sabtu (8/3) lalu.
Ketika ditanya apakah pesawat Boeing 777-200 yang hilang itu telah menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi adanya retakan dan korosi, Ahmad mengaku dirinya harus memeriksa dulu catatan apakah pemeriksaan itu telah dilakukan.
"Pada umumnya, semua pesawat... harus mematuhi," ujar Ahmad kepada The Telegraph, Kamis (13/3/2014). "Namun Anda harus memaklumi bahwa arahan-arahan tertentu butuh waktu untuk dilaksanakan," tutur bos MAS tersebut.
Ahmad menegaskan, armada Boeing 777 merupakan pesawat yang sangat dipercaya oleh maskapai MAS. Para pakar sebelumnya juga telah mengatakan bahwa pesawat Boeing 777 merupakan salah satu pesawat paling aman di dunia.
(ita/ita)











































