Pemerintah AS sebelumnya pernah menggunakan satelit untuk mengidentifikasi jejak bekas panas yang berkaitan dengan ledakan pesawat di udara. Namun dalam kasus pesawat MH370 ini, satelit tersebut tidak menemukan apapun.
Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (13/3/2014).
Di sisi lain, minusnya bukti soal adanya ledakan di udara semakin menambah misteri hilangnya pesawat yang membawa 227 penumpang dan 12 awak tersebut. NBC News merupakan media AS pertama yang melaporkan kurangnya bukti satelit tersebut.
Dengan tidak adanya lokasi spesifik yang diidentifikasi oleh satelit AS, maka kapal militer Angkatan Laut AS yang ikut dalam operasi pencarian di Laut China Selatan tidak dikirimkan ke lokasi tertentu untuk mencari bukti-bukti, yang bisa memicu penemuan pesawat jenis Boeing 777-200 tersebut.
"Jika mereka harus memeriksa sesuatu (berdasarkan satelit), maka kapal kami akan langsung dikirimkan ke lokasi tersebut," ucap pejabat AS tersebut.
Pencarian pesawat MAS MH370 kini semakin luas hingga mencapai area dengan luas lebih dari 90 ribu kilometer persegi. Berbagai macam satelit internasional dari berbagai negara dikerahkan dalam operasi pencarian ini, dengan cara saling berbagi rekaman gambar dari masing-masing satelit.
Sistem infrared yang ada pada satelit mata-mata AS pernah mendeteksi ledakan yang terjadi pada pesawat maskapai Trans World Airlines (TWA) nomor penerbangan 800 di Samudera Atlantik pada tahun 1996 lalu. Pesawat tersebut meledak usai lepas landas dari bandara JFK, New York, AS.
(nvc/ita)











































