Ketika Media Persoalkan Transparansi Malaysia Soal MH370

Laporan dari Malaysia

Ketika Media Persoalkan Transparansi Malaysia Soal MH370

- detikNews
Kamis, 13 Mar 2014 08:23 WIB
Ketika Media Persoalkan Transparansi Malaysia Soal MH370
Kuala Lumpur - Otoritas Malaysia menggelar konferensi pers terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 setiap hari sejak hari pertama pesawat itu dinyatakan hilang. Namun transparansi informasi dari otoritas Malaysia dipersoalkan sejumlah media.

Dalam konferensi pers yang digelar kemarin, Rabu (11/3/2014), seorang jurnalis asing mempertanyakan sikap Malaysia yang seakan tidak transparan dan detail mengenai perkembangan pencarian MH370.

Pertanyaan kemudian diulangi lagi oleh wartawan asing lainnya. Dia mempersoalkan informasi yang simpang siur antara otoritas Malaysia.

"Kami telah memberikan informasi yang diperlukan. Tapi pun pesawat belum ditemukan, dan operasi ini masih terus berlanjut," ujar Acting Menteri Transportasi Malaysia Datuk Sri Hishamuddin Tun Husein di Hotel Sama Sama.

Hisham tidak menafikan banyaknya teori spekulasi terkait dengan hilangnya pesawat ini. Tapi fokus analisa dan pencarian berdasarkan data recording yang dimiliki sipil dan militer.

Hisham mengatakan telah mengundang pakar dari FAA, Boeing, US Federal Aviation Authority, dan US National Transport Safety Board untuk menganalisa data.

Hisham juga mengatakan pemerintah Malaysia mencoba menjaga perasaan keluarga dari penumpang. Karena itu harus hati-hati dalam memberi pernyataan kepada publik.

Sudah 6 hari pesawat berpenumpang 239 orang itu hilang dan belum ditemukan. Setiap kali jumpa pers digelar, sekitar 100 juru warta dari berbagai negara antusias mengikuti. Meskipun tidak ada perkembangan apapun dari pencarian. Sementara pertanyaan soal transparansi selalu berulang terlontar dari beberapa media asing.

Otoritas Malaysia senantiasa 'bertahan' pada sikap berhati-hati memberi pernyataan dan tidak dapat memastikan spekulasi-spekulasi liar yang berkembang.

"Pesawat pun belum ditemukan. Blackbox pun belum didapati. Pencarian dan analisa berdasarkan data rekaman," tutur Dato' Azharuddin Abdul Rahman, Dirjen Departemen Penerbangan Sipil saat jumpa pers Senin lalu.

(rmd/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads