"Saya tidak bisa memastikan itu bagian dari MH370," kata Menteri Perhubungan Malaysia Hishamuddin Tun Hussein saat ditanya mengenai penemuan alat keselamatan itu.
Hal ini dikatakan Hishamuddin dalam jumpa pers di Hotel Sama Sama, Sepang, kawasan KLIA, Malaysia, Rabu (12/3/2014).
Hadir pula Panglima Angkatan Tentara Malaysia Jenderal Tan Dato Seri Zulkifli Mohdzin, KSAU Malaysia Jenderal Tan Sri Dato Sri Rodzali Daud, Dirjen Penerbangan Sipil Malaysia Dato Azharuddin Abdul Rahman dan CEO Malaysia Airlines Ahmad Jauhari Yahya.
Kini, radius pencarian diperluas dari 100 mil menjadi 120 mil, hingga ke Selat Malaka.
"India bergabung dalam operasi multinasional ini menyusul Jepang dan Brunei. India telah mengirim asetnya untuk turut membantu operasi multinasional ini, total menjadi 42 kapal dan 39 pesawat," imbuhnya.
Diberitakan New Straits Times, Rabu (12/3/2014) life raft berwarna oranye dan hitam itu ditemukan di titik 10 mil laut dari Port Dickson, Malaysia. Yang menarik ada tulisan 'boarding' di bagian alat tersebut.
Salah seorang nelayan, Azman Muhamad (40), mengatakan, alat itu ditemukan mengambang di lautan. Dia langsung mengabarkannya ke Malaysian Maritime Enforcement Agency (MMEA) di Kuala Linggi, Malaka, untuk meminta bantuan karena alat itu sangat berat.
"Kami bisa mengikatnya ke kapal, karena takut alat itu bisa tenggelam karena rusak," ujar Azman.
Saat kapal MMEA datang, para nelayan menyerahkan life raft itu. Namun ternyata saat proses penyerahan, alat itu malah tenggelam karena saking beratnya.
(nwk/ita)










































