Dari total sebanyak 227 penumpang dan 12 awak yang ada di dalam pesawat Boeing 777-200 tersebut, sebanyak 153 penumpang berkewarganegaraan China. Keluarga para penumpang tersebut dikumpulkan di hotel dekat Bandara Beijing, China sembari memantau perkembangan terbaru mengenai pencarian pesawat.
Memasuki hari kelima, keluarga penumpang asal China mulai frustrasi karena sama sekali tidak ada perkembangan berarti. Saat bertemu dengan otoritas Malaysia, mereka pun melampiaskan kekesalannya. Demikian seperti dilansir Daily Mail, Rabu (12/3/2014).
Insiden ini berawal ketika keluarga penumpang bertanya-tanya mengenai hal apa saja yang diketahui militer Malaysia mengenai kondisi terbaru pesawat MAS yang hilang tersebut. Ketika otoritas Malaysia menolak untuk menjawab dengan jelas, botol minuman pun 'terbang' ke arah mereka.
Sedikitnya ada tiga orang keluarga penumpang yang melemparkan botol air ke arah pejabat MAS. Insiden ini terjadi dalam pertemuan mereka dengan pihak maskapai MAS dan juga pejabat Kedutaan Besar Malaysia di China.
Beberapa keluarga penumpang melampiaskan kemarahannya kepada otoritas Malaysia. Mereka juga menuding pihak maskapai dan otoritas Malaysia telah berbohong dan menutup-nutupi insiden hilangnya pesawat MAS tersebut.
"Beritahu kami kebenarannya," teriak keluarga korban.
Pesawat MAS dengan rute Kuala Lumpur-Beijing tersebut dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (8/3) pukul 02.40 waktu setempat, atau sekitar 2 jam setelah lepas landas. Pesawat dengan 227 penumpang dan 12 awak ini dijadwalkan mendarat di Beijing pada hari yang sama pukul 06.30 waktu setempat. Namun hingga kini keberadaannya masih misterius.
Banyaknya informasi simpang siur yang disampaikan otoritas Malaysia semakin menambah frustrasi keluarga penumpang.
(nvc/ita)











































