Hal ini dikatakan Panglima Angkatan Tentara Malaysia Jenderal Tan Dato Seri Zulkifli Mohdzin dalam jumpa pers di Hotel Sama Sama, Sepang, kawasan KLIA, Malaysia, Rabu (12/3/2014). Pernyataan tersebut diperkuat KSAU Malaysia Jenderal Tan Sri Dato Sri Rodzali Daud, juga Dirjen Penerbangan Sipil Malaysia Dato Azharuddin Abdul Rahman.
Hadir pula Menteri Perhubungan Malaysia Hishamuddin Tun Hussein, dan CEO Malaysia Airlines Ahmad Jauhari Yahya.
Sebelumnya Mohdzin mengatakan bahwa ada pergerakan benda tak teridentifikasi pasca MAS MH370 dinyatakan hilang. MAS MH370 masih misterius di hari kelima. Perkembangan terakhir ada benda yang tak teridentifikasi mengarah ke barat laut Pulau Penang di Selat Malaka.
Mohdzin mengatakan bahwa menurut radar militer, pesawat MH370 diketahui posisinya terakhir pukul 01.21 waktu Malaysia, kemudian dikonfirmasikan hilang pada pikul 01.30.
Mohdzin mengatakan, kemudian pada pukul 02.15 waktu Malaysia, ditemukan benda terbang yang tak teridentifikasi menuju 200 mil barat laut Penang. Namun pihaknya belum memastikan apakah itu pesawat MAS MH370.
"Radar militer mendeteksi ada pergerakan subyek, tapi tidak diketahui label atau data kapal tersebut," kata Mohdzin.
Penang merupakan kota di pantai barat Malaysia yang berhadapan dengan Selat Malaka.
"Pihak tentara langsung mengerahkan aset kapal militer C130 ke titik terdeteksi subyek," tutur Mohdzin.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan Dirjen Penerbangan Sipil Malaysia Dato Azharuddin Abdul Rahman. "Radar sekunder (radar sipil) dapat mendeteksi pergerakan subyek dengan data pesawat. Perbedaan waktu antara radar primer (radar militer) dengan radar sekunder karena subyek terdeteksi di radar primer tak diketahui detail data," kata Azharuddin.
(nwk/nrl)










































