Teroris Inggris Beberkan Rencana Pilot Malaysia Untuk Ledakkan Pesawat 2001

Teroris Inggris Beberkan Rencana Pilot Malaysia Untuk Ledakkan Pesawat 2001

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2014 17:25 WIB
Teroris Inggris Beberkan Rencana Pilot Malaysia Untuk Ledakkan Pesawat 2001
New York, - Seorang teroris asal Inggris yang dihukum atas perencanaan pengeboman pesawat AS, membeberkan adanya rencana pilot Malaysia pada tahun 2001 untuk meledakkan pintu kokpit pesawat!

Hal itu disampaikan Saajid Badat dalam persidangan yang digelar di New York, Amerika Serikat seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/3/2014). Pria Inggris itu telah divonis 13 tahun penjara pada tahun 2005 setelah dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam plot Desember 2001 untuk meledakkan pesawat-pesawat Amerika Serikat.

Kesaksian Badat mengenai pilot Malaysia ini disampaikan dalam persidangan kasus menantu Osama bin Laden yang digelar di New York, AS pada Selasa, 11 Maret waktu setempat. Kesaksian ini menarik perhatian media-media asing karena menyinggung tentang pilot Malaysia di tengah berlangsungnya pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang pada Sabtu, 8 Maret lalu.

Pada tahun 2001, Badat dan rekannya, Richard Reid diperintahkan oleh pemimpin-pemimpin Al-Qaeda untuk meledakkan dua pesawat AS dengan bom yang disembunyikan dalam sepatu mereka. Reid mencoba aksinya namun gagal meledakkan bom saat dalam penerbangan dari Paris, Prancis menuju Miami, AS. Sementara Badat berubah pikiran dan tidak jadi beraksi.

Dalam persidangan di New York itu, Badat mengatakan bahwa dirinya diberikan dua bom sepatu, yang salah satunya dibawanya ke Inggris. Bom satunya lagi diserahkan Badat ke sebuah sel militan Malaysia. Badat yakin satu bom saja sudah cukup untuk menjatuhkan pesawat. Namun bom yang diserahkannya ke sel Malaysia hanya dimaksudkan untuk membuka paksa pintu kokpit.

Dikatakan Badat, dirinya berangkat dari Afghanistan menuju Pakistan pada Desember 2001 bersama Reid, beberapa warga Malaysia dan sebuah keluarga Mauritania. Badat menyebut para warga Malaysia itu sebagai "kelompok mereka sendiri yang terdiri dari empat atau lima orang termasuk seorang pilot."

"Saya memberikan satu bom sepatu saya ke warga Malaysia. Saya pikir itu untuk membuka akses ke kokpit," ujar Badat dalam kesaksiannya via jaringan video dari Inggris.

Badat mengatakan, dirinya yakin para warga Malaysia itu, termasuk pilot "siap untuk beraksi." Diungkapkan Badat, dalam pertemuan dengan warga Malaysia itu sempat dibahas bahwa pintu kokpit pesawat mungkin terkunci dari dalam.

"Jadi saya katakan, 'Bagaimana kalau saya berikan kami satu bom saya untuk membuka pintu kokpit?" ujar Badat di persidangan tersebut.

Menurut Badat, Khalid Sheikh Mohammed yang hingga kini masih ditahan di Guantanamo Bay dan mengaku sebagai perencana serangan teroris 11 September 2001, ikut membantu merancang plot bom sepatu ini.


(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads