Menelusuri Titik Terakhir Hilangnya Pesawat MAS MH370

Menelusuri Titik Terakhir Hilangnya Pesawat MAS MH370

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2014 14:30 WIB
Menelusuri Titik Terakhir Hilangnya Pesawat MAS MH370
Flightradar24
Jakarta - Keberadaan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 masih belum dipastikan. Titik yang sempat diprediksi jadi lokasi jatuh ternyata melebar. Sebenarnya, di mana pesawat itu hilang kontak sebetulnya?

Sebuah situs pendeteksi pesawat FlightRadar24.com sempat merekam keberadaan pesawat tersebut sebelum hilang. Catatan mereka lebih panjang dari situs pencatat jejak terbang lainnya. Sekadar informasi, dengan FlightRadar24, semua keberadaan pesawat saat terbang bisa terlihat secara langsung.

"Antara pukul 01.19 dan 01.20 dinihari waktu Malaysia, pesawat itu mengubah arah dari 25 hingga 40 derajat," tulis situs tersebut dalam situs Facebook resmi mereka.

Setelah waktu tersebut, FlightRadar24 kehilangan jejak pesawat Boeing 777-200 tersebut. Mereka juga tidak menerima sinyal darurat.

Meski begitu, FlightRadar24 tak bisa melacak lebih jauh keberadaan pesawat MAS di lautan. Perusahaan ini memang mempunyai jaringan 3,000 ADS-B receiver di seluruh dunia untuk menerima pantulan sinyal dari pesawat. Namun untuk di lautan, mereka mengaku memiliki banyak keterbatasan.

"Semakin jauh pesawatnya dari data receiver, maka pesawat itu harus terbang semakin tinggi agar bisa terdeteksi," terangnya.

Yang pasti, catatan FlightRadar24 terakhir menunjukkan pesawat itu berada di titik latitude 6.68, longitude 103.46 dan ketinggian 35 ribu kaki dengan kecepatan 473 knots. Setelah itu, keberadannya tak diketahui.

Pengamat penerbangan Alvin Lie menambahkan, data di atas tak menunjukkan sepenuhnya lokasi terakhir pesawat. Sebab ada faktor-faktor lain yang bisa mengubah posisi pesawat hingga ke titik lain.

"Harus diperjelas juga soalnya hilangnya dalam perspektif apa. Ketika dia dipanggil tidak menyahut atau tidak terdeteksi radar," terang Alvin saat berbincang dengan detikcom, Rabu (12/3/2014).

Menurut Alvin, seorang pilot pasti akan melaporkan keberadaannya ke menara pengawas setiap 10 menit. Dia wajib menyampaikan lokasi ketinggian dan posisi kemiringan. Nah, bila akan melintasi wilayah udara negara lain, pilot akan mengontak menara pengawas negara tersebut. Dalam hal ini Vietnam.

"Tapi kemarin Vietnam belum berhasil dikontak, jadi dia berarti masih di perairan Malaysia," terangnya.

Proses pencarian terhadap pesawat tersebut kini masih dilakukan. Bahkan areanya diperluas, hingga ke Selat Malaka dan daratan.

(mad/nwk)


Berita Terkait