"Kita harus mendukung upaya pemerintah, bersatu dan berdoa. Kita harus menunjukkan dukungan kita, dan insya Allah apa yang kita doakan bisa membawa kita pada penemuan pesawat tersebut segera," ucap PM Najib dalam wawancara dengan televisi Alhijrah dan dilansir Bernama, Rabu (12/3/2014).
"Kita harus bisa menghadapi cobaan besar dari Allah dengan tenang, kita berusaha yang terbaik, dengan segala daya dan upaya yang kita miliki. Inilah yang saat ini tengah dilakukan pemerintah," imbuhnya.
PM Najib mengatakan, dirinya bisa memahami perasaan keluarga penumpang dan awak pesawat yang terus khawatir dan belum puas hingga mendapat kepastian mengenai kondisi orang-orang tercinta mereka.
"Di tengah kekhawatiran, keluarga penumpang juga harus menyadari bahwa insiden ini sama sekali tidak diharapkan dan kita harus memahami bahwa seluruh upaya telah dikerahkan dengan ketekunan," imbaunya.
"Namun sebagai umat muslim, kita harus bisa menerima bahwa Allah yang menentukan segalanya. Cobaan dari Allah datang kapan saja, bahkan di saat bahagia ataupun terpuruk," tambah PM Najib.
PM Najib menekankan bahwa pemerintah Malaysia akan mengerahkan segala macam cara untuk mencari pesawat jenis Boeing 777-200 tersebut. Hal ini, lanjutnya, ditambah dengan adanya bantuan dari 10 negara seluruh dunia termasuk Vietnam, China, Indonesia, Thailand, Amerika Serikat, Selandia Baru, Australia dan lainnya.
"Pemerintah melakukan segala macam cara (termasuk) meningkatkan aset, pesawat, dan kapal dengan perlengkapan canggih, dengan sonar dan sebagainya dan saya berharap penuh kita bisa menemukannya. Pertanyaannya adalah kapan, tapi di bawah kondisi saat ini, kita harus bersabar dan berdoa," tandasnya.
Operasi pencarian dan penyelamatan pesawat jenis Boeing 777-200 tersebut sudah memasuki hari kelima. Lebih dari 40 kapal dan 26 pesawat dari sekitar 10 negara ikut terlibat dalam pencarian besar-besaran ini. Tidak hanya di lautan, pencarian pesawat tersebut juga mulai dilakukan di daratan.
(nvc/ita)











































