Pihak maskapai MAS mengaku terkejut atas pemberitaan yang ditayangkan program berita Australia tersebut. Malaysia Airlines menyatakan bahwa pihaknya berusaha memeriksa kebenaran laporan tersebut.
"Malaysia Airlines menyadari adanya tudingan terhadap Kopilot Fariq Abdul Hamid yang kami tangani dengan sangat serius. Kami terkejut dengan adanya tudingan ini," demikian bunyi pernyataan MAS seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/3/2014).
"Kami belum bisa mengkonfirmasi kebenaran foto dan video insiden tersebut. Sebagaimana Anda ketahui, kami tengah dalam masa krisis dan kami tidak ingin perhatian kami teralihkan," demikian disampaikan MAS.
Pihak MAS juga mengimbau media dan publik untuk menghormati privasi keluarga para penumpang dan kru pesawat.
"Ini masa yang sulit bagi mereka. Kenyamanan keluarga kru dan penumpang tetap menjadi fokus kami. Di saat yang sama, keamanan dan keselamatan penumpang kami adalah yang terpenting bagi kami," tandas MAS.
Sebelumnya diberitakan, kopilot yang masih berusia 27 tahun tersebut bersama seorang pilot lainnya disebut-sebut pernah melanggar aturan maskapai pada tahun 2011 lalu. Saat itu, Fariq dan rekannya mengizinkan dua wanita muda asal Afrika Selatan itu masuk ke dalam kokpit saat pesawat tengah mengudara.
Informasi ini disampaikan langsung oleh salah satu wanita asal Afrika Selatan tersebut kepada media ternama Australia, Nine Network. Demikian seperti dilansir AFP, Rabu (12/3/2014).
Perlu diketahui bahwa pasca serangan 11 September di Amerika Serikat, aturan yang ada melarang setiap penumpang untuk masuk ke dalam kokpit selama penerbangan berlangsung.
(ita/ita)











































