Kabar aksi terorisme muncul setelah ditemukannya fakta ada dua penumpang misterius yang memakai paspor curian. Namun belakangan mereka dipastikan tak berkaitan dengan kelompok teror.
Berikut sejumlah indikasi kenapa kemungkinan aksi teror semakin berkurang:
|
Reuters
|
Pengguna Paspor Curian Adalah ABG
|
|
Diberitakan CNN, Selasa (11/3/2014), Inspektur Jenderal Kepolisian, Khalid Abu Bakar, yang memastikan kabar ini. Dia menyebut Mehrdad tidak berkaitan dengan kelompok teror.
"Kami sudah memeriksa latar belakangnya. Kami juga sudah memeriksa dia dengan kepolisian lain dan kami yakin dia tidak menjadi anggota kelompok teroris mana pun. Kami yakin dia hendak berimigrasi ke Jerman," kata Khalid Abu Bakar.
Menurut Khalid, ibunda Mehrdad sudah menunggunya di Frankfurt, Jerman. Namun hingga kini tak kunjung datang.
Pejabat Malaysia tidak mengungkapkan siapa identitas pria satu lagi. Mereka masih melakukan penyelidikan.
Pengguna Paspor Curian Adalah ABG
|
|
Diberitakan CNN, Selasa (11/3/2014), Inspektur Jenderal Kepolisian, Khalid Abu Bakar, yang memastikan kabar ini. Dia menyebut Mehrdad tidak berkaitan dengan kelompok teror.
"Kami sudah memeriksa latar belakangnya. Kami juga sudah memeriksa dia dengan kepolisian lain dan kami yakin dia tidak menjadi anggota kelompok teroris mana pun. Kami yakin dia hendak berimigrasi ke Jerman," kata Khalid Abu Bakar.
Menurut Khalid, ibunda Mehrdad sudah menunggunya di Frankfurt, Jerman. Namun hingga kini tak kunjung datang.
Pejabat Malaysia tidak mengungkapkan siapa identitas pria satu lagi. Mereka masih melakukan penyelidikan.
Imigran Gelap
|
Reuters
|
Pria yang tidak ingin disebut namanya ini mengaku dirinya sempat menjamu kedua pria tersebut di Kuala Lumpur, ketika mereka baru tiba dari Teheran, Iran. Atau tepatnya beberapa hari sebelum mereka terbang ke Beijing, China.
Pria ini mengklaim dirinya mengenal salah satu pria misterius tersebut sejak masa sekolah di Iran. Dikatakannya, kedua pria misterius itu sengaja membeli paspor curian tersebut di Kuala Lumpur. Keduanya juga membeli tiket tujuan Amsterdam via Beijing juga di Kuala Lumpur.
Koresponden BBC Persia menyatakan bahwa salah satu pria misterius tersebut hendak terbang ke Frankfurt, Jerman, tempat ibunya tinggal. Sedangkan satu pria lainnya ingin terbang ke Denmark.
Imigran Gelap
|
Reuters
|
Pria yang tidak ingin disebut namanya ini mengaku dirinya sempat menjamu kedua pria tersebut di Kuala Lumpur, ketika mereka baru tiba dari Teheran, Iran. Atau tepatnya beberapa hari sebelum mereka terbang ke Beijing, China.
Pria ini mengklaim dirinya mengenal salah satu pria misterius tersebut sejak masa sekolah di Iran. Dikatakannya, kedua pria misterius itu sengaja membeli paspor curian tersebut di Kuala Lumpur. Keduanya juga membeli tiket tujuan Amsterdam via Beijing juga di Kuala Lumpur.
Koresponden BBC Persia menyatakan bahwa salah satu pria misterius tersebut hendak terbang ke Frankfurt, Jerman, tempat ibunya tinggal. Sedangkan satu pria lainnya ingin terbang ke Denmark.
Polisi Thailand Ragu
|
AFP
|
"Kami belum mengesampingkan dugaan tersebut, tapi bukti yang ada semakin menjauhkan dari dugaan bahwa pria-pria ini sedang atau pernah terlibat terorisme," ujar Kepala Kepolisian Pattaya, Supachai Puikaewcome.
Menurut Supachai, dua tiket pesawat yang digunakan dua pria misterius tersebut merupakan tiket rute Beijing ke Eropa termurah sehingga cukup aneh jika dikaitkan dengan terorisme. Meskipun dua pria misterius tersebut diketahui berkewarganegaraan Iran.
Supachai menambahkan, pihak kepolisian berharap untuk bisa menginterogasi salah satu pria Iran yang membayar dua tiket tersebut secara lunas. Supachai mengidentifikasinya sebagai Hasem dan dia diyakini berada di Pattaya.
Sedangkan pria Iran yang yang sempat membooking tiket via telepon dengan sebuah agen perjalanan di Pattaya diyakini kini berada di Iran. Pria itu yang disebut-sebut bernama Kazem Ali.
Polisi Thailand Ragu
|
AFP
|
"Kami belum mengesampingkan dugaan tersebut, tapi bukti yang ada semakin menjauhkan dari dugaan bahwa pria-pria ini sedang atau pernah terlibat terorisme," ujar Kepala Kepolisian Pattaya, Supachai Puikaewcome.
Menurut Supachai, dua tiket pesawat yang digunakan dua pria misterius tersebut merupakan tiket rute Beijing ke Eropa termurah sehingga cukup aneh jika dikaitkan dengan terorisme. Meskipun dua pria misterius tersebut diketahui berkewarganegaraan Iran.
Supachai menambahkan, pihak kepolisian berharap untuk bisa menginterogasi salah satu pria Iran yang membayar dua tiket tersebut secara lunas. Supachai mengidentifikasinya sebagai Hasem dan dia diyakini berada di Pattaya.
Sedangkan pria Iran yang yang sempat membooking tiket via telepon dengan sebuah agen perjalanan di Pattaya diyakini kini berada di Iran. Pria itu yang disebut-sebut bernama Kazem Ali.
Malaysia pun Ragu
|
AFP
|
Otoritas Malaysia menyatakan, sejauh ini bukti-bukti tidak mendukung kemungkinan serangan teroris sebagai penyebab hilangnya pesawat Boeing 777-200 tersebut. Masalah mesin atau pilot diduga sebagai penyebabnya.
"Tak ada bukti untuk mengarah ke aksi teroris," ujar sumber pemerintah Eropa yang tahu soal penyelidikan ini seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (11/3/2014).
Otoritas Malaysia saat ini lebih banyak fokus pada bukti elektronik yang mengindikasikan penerbangan MH370 kemungkinan melakukan putar balik menuju Kuala Lumpur, Malaysia sebelum menghilang dari radar.
Malaysia pun Ragu
|
AFP
|
Otoritas Malaysia menyatakan, sejauh ini bukti-bukti tidak mendukung kemungkinan serangan teroris sebagai penyebab hilangnya pesawat Boeing 777-200 tersebut. Masalah mesin atau pilot diduga sebagai penyebabnya.
"Tak ada bukti untuk mengarah ke aksi teroris," ujar sumber pemerintah Eropa yang tahu soal penyelidikan ini seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (11/3/2014).
Otoritas Malaysia saat ini lebih banyak fokus pada bukti elektronik yang mengindikasikan penerbangan MH370 kemungkinan melakukan putar balik menuju Kuala Lumpur, Malaysia sebelum menghilang dari radar.
AS dan FBI pun Tak Yakin
|
AFP
|
Diberitakan CNN, Selasa (11/3/2014), seorang sumber dari lingkungan penegak hukum memastikan belum ada yang perlu dikhawatirkan dari sosok dua pria yang disebut oleh otoritas Malaysia mirip dengan pesepakbola AC Milan Mario Balotelli tersebut. Meski begitu, penelusuran lebih mendalam tetap dilakukan.
Sumber pemerintah Amerika Serikat juga meragukan kemungkinan serangan teroris. Sebab, AS secara ekstensif memeriksa gambaran yang diambil oleh satelit-satelit mata-mata AS untuk mencari bukti adanya ledakan di udara, namun hasilnya nihil. Padahal cakupan satelit AS di wilayah tersebut sangat menyeluruh.
Sumber senior Malaysia dalam penyelidikan insiden ini mengungkapkan, kegagalan menemukan serpihan pesawat menunjukkan bahwa pesawat kemungkinan meledak di udara, sehingga serpihannya bisa menyebar di daerah yang sangat luas.
"Fakta bahwa kita tak bisa menemukan serpihan apapun sejauh ini menunjukkan bahwa pesawat tersebut kemungkinan telah meledak di ketinggian sekitar 35 ribu kaki," tutur sumber itu. Namun ditegaskannya, ledakan tersebut bisa saja terjadi akibat gangguan mesin, bukan semata-mata akibat serangan teroris.
AS dan FBI pun Tak Yakin
|
AFP
|
Diberitakan CNN, Selasa (11/3/2014), seorang sumber dari lingkungan penegak hukum memastikan belum ada yang perlu dikhawatirkan dari sosok dua pria yang disebut oleh otoritas Malaysia mirip dengan pesepakbola AC Milan Mario Balotelli tersebut. Meski begitu, penelusuran lebih mendalam tetap dilakukan.
Sumber pemerintah Amerika Serikat juga meragukan kemungkinan serangan teroris. Sebab, AS secara ekstensif memeriksa gambaran yang diambil oleh satelit-satelit mata-mata AS untuk mencari bukti adanya ledakan di udara, namun hasilnya nihil. Padahal cakupan satelit AS di wilayah tersebut sangat menyeluruh.
Sumber senior Malaysia dalam penyelidikan insiden ini mengungkapkan, kegagalan menemukan serpihan pesawat menunjukkan bahwa pesawat kemungkinan meledak di udara, sehingga serpihannya bisa menyebar di daerah yang sangat luas.
"Fakta bahwa kita tak bisa menemukan serpihan apapun sejauh ini menunjukkan bahwa pesawat tersebut kemungkinan telah meledak di ketinggian sekitar 35 ribu kaki," tutur sumber itu. Namun ditegaskannya, ledakan tersebut bisa saja terjadi akibat gangguan mesin, bukan semata-mata akibat serangan teroris.
Halaman 2 dari 12











































