Diberitakan CNN, Selasa (11/3/2014), pria tersebut bernama lengkap Kazem Ali. Saat mengontak penjual tiket di Thailand, dia mengklaim berasal dari Iran. Hal ini disampaikan pihak kepolisian Thailand.
Meski identitasnya diketahui, polisi menyebut nama itu bisa saja asal klaim. Sebab pemesanan tiket dilakukan via telepon, tanpa menelusuri lebih jauh identitas lebih detailnya.
Ali awalnya menghubungi biro perjalanan Grand Horizon di Pattaya untuk mendapatkan tiket murah ke Eropa. Pemilik biro perjalanan bernama Benjaporn Krutnait menerima pesanan tiket untuk dua orang pada 1 Maret 2014 menggunakan nama Ali yang diduga berasal dari Iran.
Benjaporn kemudian mendapatkan tiket pesawat Etihad dan Qatar Airways. Namun Ali tidak menghubunginya kembali untuk konfirmasi. Pada hari Kamis (6/3), Ali baru menghubungi kembali Benjaporn dan membatalkan penerbangannya ke Eropa.
Ali memesan tiket penerbangan murah dengan tujuan Beijing. Benjaporn kemudian menyarankan Malaysia Airlines yang harga tiketnya paling murah. Kemudian seseorang yang disebut sebagai teman Ali membayar tunai dua tiket tersebut.
Benjaporn juga meragukan Ali adalah pelaku terorisme karena sebelumnya ia memesan tiket ke Eropa namun tidak jadi, dan kemudian memilih penerbangan Kuala Lumpur-Beijing. Benjaporn sendiri baru mengatakan hal ini karena merasa prihatin dengan peristiwa hilangnya pesawat yang mengangkut 239 penumpang termasuk awak pesawat itu.
(mad/nrl)










































