"Pihak Malaysia tak bisa mengelak dari tanggung jawabnya," tulis surat kabar Global Times dalam editorialnya hari ini seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/3/2014).
"Respons awal dari Malaysia tidak cukup cepat," imbuh media yang dekat dengan partai berkuasa, Partai Komunis China itu.
"Ada celah-celah dalam pekerjaan Malaysia Airlines dan otoritas keamanan," tulis Global Times. "Jika itu dikarenakan masalah mesin yang mematikan atau kesalahan pilot, maka Malaysia Airlines harus mengaku salah. Jika ini serangan teroris, maka pemeriksaan keamanan di bandara Kuala Lumpur dan di pesawat patut dipertanyakan," imbuh media China itu.
Global Times menekankan bahwa China memiliki jumlah turis yang bepergian ke luar negeri terbesar di dunia, dengan Malaysia sebagai destinasi populer. Total nyaris 100 juta turis China berkunjung ke luar negeri sepanjang tahun 2013 lalu, atau naik sekitar 14 juta dari tahun sebelumnya.
"Kami menaruh perhatian khusus pada situasi keamanan negara-negara yang sering didatangi warga China," tulis media tersebut. "Insiden ini harus diselidiki secara menyeluruh dan inti permasalahan di pihak Malaysia harus ditemukan," demikian tulis Global Times.
Sementara surat kabar China Daily menuliskan bahwa "terorisme tak bisa dikesampingkan" dengan adanya fakta bahwa dua penumpang menggunakan paspor curian warga Italia dan Austria. "Siapa mereka dan mengapa mereka menggunakan paspor palsu?" tulis koran tersebut dalam editorialnya hari ini.
(ita/ita)











































