"Sudah kita dapat pernyataan resmi, kemungkinan pesawat itu putar balik. Area di perluas ke wilayah lain. Karena analisis data radar pesawat putar balik. Ini menjadi alasan wilayah pencarian, diperluas sampai ke Selat Malaka," kata Wakil Dubes RI Hermono kepada detikcom di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (10/3/2014).
Kapal RI ikut dikerahkan melakukan penyisiran di kawasan itu. Diketahui juga, sejauh ini temuan di Laut China Selatan belum bisa dipastikan kebenarannya.
"Tumpahan minyak juga masih dianalisis hari ini. Nanti siang hasilnya. Kalau Serpihan kan sudah dibantah. Siang ini akan keluar, apakah dari pesawat atau bukan," urainya.
Hermono melanjutkan, operasi pencarian pesawat ini merupakan operasi terbesar. Malaysia sudah mengerahkan semua aset AL dan AU. Bantuan dari banyak negara juga diperoleh.
"Ini adalah operasi massif. Secara besar-besaran, mudah-mudahan mendapat hasil positif dari bantuan berbagai negara ini," tutupnya.
(rmd/fjp)










































