Malaysia Airlines diketahui memiliki catatan keselamatan terbaik di antara operator dengan layanan lengkap di kawasan Asia-Pasifik.
Dari dari sejumlah pemberitaan yang dirangkum dalam Wikipedia, sedikitnya hanya ada enam insiden yang melibatkan maskapai tersebut. Semua peristiwa sebagian besar terjadi di Asia.
Berikut enam insiden itu:
|
AFP
|
4 Desember 1977
|
AFP
|
Pesawat itu terbang dari Penang menuju Kuala Lumpur. Berbagai spekulasi soal siapa pelaku pembajakan sempat muncul, namun hingga kini masih menjadi misteri.
Ini adalah kecelakaan pesawat paling mengerikan di Malaysia hingga kini.
4 Desember 1977
|
AFP
|
Pesawat itu terbang dari Penang menuju Kuala Lumpur. Berbagai spekulasi soal siapa pelaku pembajakan sempat muncul, namun hingga kini masih menjadi misteri.
Ini adalah kecelakaan pesawat paling mengerikan di Malaysia hingga kini.
18 Desember 1983
|
AFP
|
Tak ada korban jiwa akibat insiden ini, namun pesawatnya tak pernah digunakan lagi.
18 Desember 1983
|
AFP
|
Tak ada korban jiwa akibat insiden ini, namun pesawatnya tak pernah digunakan lagi.
15 September 1995
|
AFP
|
Pesawat berjenis Fokker 50 (9M-MGH) itu membawa 53 penumpang, 34 di antaranya tewas.
15 September 1995
|
AFP
|
Pesawat berjenis Fokker 50 (9M-MGH) itu membawa 53 penumpang, 34 di antaranya tewas.
15 Maret 2000
|
|
Akibat kena cairan itu, badan pesawat jadi rusak. Pesawat berjenis Airbus itu pun tak bisa digunakan lagi.
15 Maret 2000
|
|
Akibat kena cairan itu, badan pesawat jadi rusak. Pesawat berjenis Airbus itu pun tak bisa digunakan lagi.
1 Agustus 2005
|
AFP
|
Pilot akhirnya kembali ke Perth dan menerbangkannya dengan cara manual. Masalah ini menjadi perhatian serius badan penerbangan dunia (FAA).
1 Agustus 2005
|
AFP
|
Pilot akhirnya kembali ke Perth dan menerbangkannya dengan cara manual. Masalah ini menjadi perhatian serius badan penerbangan dunia (FAA).
8 Maret 2014
|
AFP
|
Pesawat berisi 227 penumpang dari 14 negara yang terdiri dari 152 penumpang Cina, 38 Malaysia, tujuh orang Indonesia, enam warga Australia, lima orang India, empat Perancis dan tiga warga Amerika serta 12 kru penerbangan.
Pilot dalam penerbangan kali ini adalah Kapten Zaharie Ahmad Shah (53) yang memiliki pengalaman terbang 18.365 jam. Media pemerintah Cina mengatakan 24 seniman Cina dan anggota keluarganya ikut serta dalam penerbangan tersebut. Seorang kaligrafer terkenal juga ikut penerbangan naas itu.
Sampai saat ini, seluruh dunia masih menanti dan tetap berharap para korban bisa ditemukan dalam kondisi baik.
8 Maret 2014
|
AFP
|
Pesawat berisi 227 penumpang dari 14 negara yang terdiri dari 152 penumpang Cina, 38 Malaysia, tujuh orang Indonesia, enam warga Australia, lima orang India, empat Perancis dan tiga warga Amerika serta 12 kru penerbangan.
Pilot dalam penerbangan kali ini adalah Kapten Zaharie Ahmad Shah (53) yang memiliki pengalaman terbang 18.365 jam. Media pemerintah Cina mengatakan 24 seniman Cina dan anggota keluarganya ikut serta dalam penerbangan tersebut. Seorang kaligrafer terkenal juga ikut penerbangan naas itu.
Sampai saat ini, seluruh dunia masih menanti dan tetap berharap para korban bisa ditemukan dalam kondisi baik.
Halaman 2 dari 14











































