Misteri 2 Paspor Curian dan Penumpang Misterius MAS MH370

Misteri 2 Paspor Curian dan Penumpang Misterius MAS MH370

- detikNews
Senin, 10 Mar 2014 11:35 WIB
Misteri 2 Paspor Curian dan Penumpang Misterius MAS MH370
(Foto: EPA)
Jakarta - 2 Penumpang Malaysia Airlines MH370 diketahui memegang paspor curian. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa hilangnya pesawat itu ada unsur terorisme. Berikut misteri tentang 2 paspor curian itu.

(Foto: EPA)

1. 2 Pemegang Paspor Tak di Pesawat

(Wikipedia)
Nama Luigi Maraldi (WN Italia) dan dan Christian Kozel (WN Austria) terdapat dalam manifes MH370. Namun setelah ditelusuri, keduanya masih hidup dan tidak ada di dalam pesawat.

Maraldi, saat pesawat MH370 hilang sedang berada di Phuket, Thailand. Sedangkan Kozel, dalam keadaan baik-baik saja dari konfirmasi pemerintah Austria. Keduanya ternyata mengaku bahwa dua paspor milik mereka hilang.

1. 2 Pemegang Paspor Tak di Pesawat

(Wikipedia)
Nama Luigi Maraldi (WN Italia) dan dan Christian Kozel (WN Austria) terdapat dalam manifes MH370. Namun setelah ditelusuri, keduanya masih hidup dan tidak ada di dalam pesawat.

Maraldi, saat pesawat MH370 hilang sedang berada di Phuket, Thailand. Sedangkan Kozel, dalam keadaan baik-baik saja dari konfirmasi pemerintah Austria. Keduanya ternyata mengaku bahwa dua paspor milik mereka hilang.

2. 2 Paspor Hilang di Phuket

Maraldi menjelaskan hilangnya paspor di Kepolisian Phuket(Foto: phuketwan.com)
Baik Luigi Maraldi dan Christian Kozel mengaku kehilangan paspor. Paspor mereka hilang pada 2013 di tempat wisata yang sama, Phuket.

Maraldi mengaku kehilangan paspor pada 22 Juli 2013 saat dirinya menyewa skuter di penyewaan skuter di Patong, Phuket. Tempat penyewaan kendaraan pada umumnya di Phuket, menjadikan paspor sebagai jaminan. 

Saat Maraldi mengembalikan skuter dan hendak mengambil paspornya, pengelola persewaan skuter itu mengatakan bahwa paspornya diambil seorang pria Italia yang mengatakan bahwa, "Pak Maraldi adalah suami saya'. Maraldi akhirnya melaporkan kehilangan paspor pada polisi setempat pada 25 Juli 2013. Dan dia bisa kembali ke negaranya di Italia pada 3 Agustus 2013 karena membuat dokumen pengganti paspor sementara.

Nah, Maraldi kembali lagi berlibur ke Phuket pada 1-15 Maret 2014. Keberadaannya terendus Kepolisian Phuket yang akhirnya menemui Maraldi untuk memberikan keterangan hingga terkuak cerita di atas.

Sama seperti Maraldi, Kozel kehilangan paspor pada 18 bulan sebelumnya dari Maraldi dalam perjalanan Phuket-Bangkok.

2. 2 Paspor Hilang di Phuket

Maraldi menjelaskan hilangnya paspor di Kepolisian Phuket(Foto: phuketwan.com)
Baik Luigi Maraldi dan Christian Kozel mengaku kehilangan paspor. Paspor mereka hilang pada 2013 di tempat wisata yang sama, Phuket.

Maraldi mengaku kehilangan paspor pada 22 Juli 2013 saat dirinya menyewa skuter di penyewaan skuter di Patong, Phuket. Tempat penyewaan kendaraan pada umumnya di Phuket, menjadikan paspor sebagai jaminan. 

Saat Maraldi mengembalikan skuter dan hendak mengambil paspornya, pengelola persewaan skuter itu mengatakan bahwa paspornya diambil seorang pria Italia yang mengatakan bahwa, "Pak Maraldi adalah suami saya'. Maraldi akhirnya melaporkan kehilangan paspor pada polisi setempat pada 25 Juli 2013. Dan dia bisa kembali ke negaranya di Italia pada 3 Agustus 2013 karena membuat dokumen pengganti paspor sementara.

Nah, Maraldi kembali lagi berlibur ke Phuket pada 1-15 Maret 2014. Keberadaannya terendus Kepolisian Phuket yang akhirnya menemui Maraldi untuk memberikan keterangan hingga terkuak cerita di atas.

Sama seperti Maraldi, Kozel kehilangan paspor pada 18 bulan sebelumnya dari Maraldi dalam perjalanan Phuket-Bangkok.

3. 2 Penumpang Misterius Pesan Tiket Bersamaan

(Foto: AFP)
Ternyata, dua penumpang misterius pemegang paspor Luigi Maraldi dan Christian Kozel memesan tiket secara bersamaan. Tiket itu dibeli dari rekanan codeshare MAS yaitu China Southern Airlines dengan mata uang Thailand (bath) dengan harga yang sama. (Codeshare adalah perjanjian bisnis penerbangan yaitu dua maskapai berbagi penerbangan yang sama).

Informasi ini diberitakan CNN berdasar sistem verifikasi e-tiket resmi China, Travelsky, dan dikutip The Star, Minggu (9/3/2014). Nomor tiket-tiket itu berurutan yang menunjukkan tiket-tiket itu dikeluarkan bersama-sama.

3. 2 Penumpang Misterius Pesan Tiket Bersamaan

(Foto: AFP)
Ternyata, dua penumpang misterius pemegang paspor Luigi Maraldi dan Christian Kozel memesan tiket secara bersamaan. Tiket itu dibeli dari rekanan codeshare MAS yaitu China Southern Airlines dengan mata uang Thailand (bath) dengan harga yang sama. (Codeshare adalah perjanjian bisnis penerbangan yaitu dua maskapai berbagi penerbangan yang sama).

Informasi ini diberitakan CNN berdasar sistem verifikasi e-tiket resmi China, Travelsky, dan dikutip The Star, Minggu (9/3/2014). Nomor tiket-tiket itu berurutan yang menunjukkan tiket-tiket itu dikeluarkan bersama-sama.

4. Rute Tiket 2 Penumpang Misterius Berbeda di Eropa

(Foto: New Zealand Travel Show Case)
Menurut CNN, tiket perjalanan yang dipesan itu dimulai dari Kuala Lumpur, lalu ke Beijing, dan selanjutnya ke Amsterdam. Kemudian pemegang paspor Italia meneruskan perjalanan ke Kopenhagen (Denmark), sedangkan pemegang paspor Austria meneruskan perjalanan ke Frankfurt (Jerman).

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang menyelidiki identitas beberapa orang di pesawat yang tampaknya memiliki masalah dengan paspor mereka.

4. Rute Tiket 2 Penumpang Misterius Berbeda di Eropa

(Foto: New Zealand Travel Show Case)
Menurut CNN, tiket perjalanan yang dipesan itu dimulai dari Kuala Lumpur, lalu ke Beijing, dan selanjutnya ke Amsterdam. Kemudian pemegang paspor Italia meneruskan perjalanan ke Kopenhagen (Denmark), sedangkan pemegang paspor Austria meneruskan perjalanan ke Frankfurt (Jerman).

Pihak berwenang mengatakan mereka sedang menyelidiki identitas beberapa orang di pesawat yang tampaknya memiliki masalah dengan paspor mereka.

5. Malaysia Periksa Petugas Imigrasi, Tingkatkan Keamanan KLIA

(Foto: nst.com.my)
Gara-gara kecolongan 2 paspor curian, pihak Malaysia akan memeriksa personel Imigrasi KLIA saat penumpang hendak masuk ke ruang tunggu pesawat. Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan bagaimana bisa kedua penipu itu bisa naik pesawat tujuan ke Beijing itu. Zahid juga menegaskan pihaknya telah mengarahkan Departemen Imigrasi memulai investigasi yang dipimpin Dirjen Imigrasi Aloyah Mamat.

"Kami juga akan menanyai personel yang bertugas di KLIA pada waktu penumpang masuk menuju pesawat. Kami ingin mencari tahu bagaimana penipu bisa melewati Imigrasi dan naik ke pesawat," tegas Zahid seperti dilansir The Star, Minggu (9/3/2014).

Dia juga mengatakan, kemungkinan dokumen paspor curian itu fitur keamanannya kurang memadai. "Tidak seperti paspor Malaysia yang pakai fitur chip, biometrik dan barcode, paspor yang dikeluarkan beberapa negara kurang memadai (faktor keamanannya)," imbuhnya.

Pemerintah Malaysia akan mengevaluasi protokol keamanan di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

"Pemerintah akan mengevaluasi protokol yang berlaku di KLIA dan disiapkan untuk meningkatkan protokol dan keamanan bila dibutuhkan," kata PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak seperti dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, Minggu (9/3/2014).

PM Najib mengatakan hal itu ketika ditanya kemungkinan adanya elemen ancaman teroris dalam hilangnya MAS MH370. Najib menambahkan, pemerintah tak akan mengambil kesimpulan tanpa bukti yang kuat.

"Tidak ada bukti kuat sekarang, cuma banyak teori-teori berseliweran di sekitar. Kami dipaksa untuk menemukan semua kemungkinan dan harus menginvestigasi sebelum membuat kesimpulan," kata dia.

5. Malaysia Periksa Petugas Imigrasi, Tingkatkan Keamanan KLIA

(Foto: nst.com.my)
Gara-gara kecolongan 2 paspor curian, pihak Malaysia akan memeriksa personel Imigrasi KLIA saat penumpang hendak masuk ke ruang tunggu pesawat. Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan bagaimana bisa kedua penipu itu bisa naik pesawat tujuan ke Beijing itu. Zahid juga menegaskan pihaknya telah mengarahkan Departemen Imigrasi memulai investigasi yang dipimpin Dirjen Imigrasi Aloyah Mamat.

"Kami juga akan menanyai personel yang bertugas di KLIA pada waktu penumpang masuk menuju pesawat. Kami ingin mencari tahu bagaimana penipu bisa melewati Imigrasi dan naik ke pesawat," tegas Zahid seperti dilansir The Star, Minggu (9/3/2014).

Dia juga mengatakan, kemungkinan dokumen paspor curian itu fitur keamanannya kurang memadai. "Tidak seperti paspor Malaysia yang pakai fitur chip, biometrik dan barcode, paspor yang dikeluarkan beberapa negara kurang memadai (faktor keamanannya)," imbuhnya.

Pemerintah Malaysia akan mengevaluasi protokol keamanan di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

"Pemerintah akan mengevaluasi protokol yang berlaku di KLIA dan disiapkan untuk meningkatkan protokol dan keamanan bila dibutuhkan," kata PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak seperti dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, Minggu (9/3/2014).

PM Najib mengatakan hal itu ketika ditanya kemungkinan adanya elemen ancaman teroris dalam hilangnya MAS MH370. Najib menambahkan, pemerintah tak akan mengambil kesimpulan tanpa bukti yang kuat.

"Tidak ada bukti kuat sekarang, cuma banyak teori-teori berseliweran di sekitar. Kami dipaksa untuk menemukan semua kemungkinan dan harus menginvestigasi sebelum membuat kesimpulan," kata dia.
Halaman 2 dari 12
(nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini