3 Hari Malaysia Airlines Hilang, Antara Berharap dan Berduka

3 Hari Malaysia Airlines Hilang, Antara Berharap dan Berduka

- detikNews
Senin, 10 Mar 2014 10:43 WIB
3 Hari Malaysia Airlines Hilang, Antara Berharap dan Berduka
Malaysia, - Sudah tiga hari maskapai penerbangan Malaysia Airlines MH 370 hilang, namun hingga kini belum ada kejelasan penyebab hilangnya pesawat tersebut.

Seperti dilansir The Star, Senin (10/3/2013) para keluarga dari 227 penumpang dan 12 kru penerbangan merasa kebingungan apakah mereka harus terus berharap atau mulai berduka merelakan kepergian anggota keluarganya. Sebagian dari keluarga korban diketahui sudah diterbangkan ke Vietnam.

Tragedi ini membuat orang-orang dari seluruh dunia berdoa agar para penumpang dan awak kapal bisa ditemukan dan kembali dengan selamat. Namun, dengan melihat kondisi belum diketahui kejelasannya hingga kini, maka kemungkinan mereka ditemukan dalam kondisi hidup semakin tipis.

Ditemukannya dua paspor palsu penumpang dengan menggunakan paspor warga negara Italia dan warga negara Australia memunculkan spekulasi adanya tindakan terorisme.

Dugaan ancaman terorisme ini menarik perhatian pemerintah Amerika Serikat yang kemudian mengirimkan anggota FBI ke Malaysia pada hari Minggu lalu untuk membantu penyelidikan.

Malaysia, Cina, Vietnam, Singapura, Australia dan beberapa negara lain telah mengirimkan bantuan, yakni sejumlah pesawat angkatan udara, kapal angkatan laut, kapal-kapal penjaga pantai dan pesawat militer ke wilayah di Laut Cina Selatan antara Malaysia dan Vietnam. Namun, sejauh ini belum menemukan bukti yang jelas.

Menurut Reuters, media pemerintah Vietnam telah melaporkan pesawat tersebut jatuh di Vietnam Selatan. Namun pernyataan itu telah dibantah oleh Menteri Transportasi dan Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein.

"Kami melakukan segalanya dalam kekuasaan kami untuk menemukan pesawat. Kami mencari informasi yang akurat dari militer Malaysia. Mereka menunggu informasi dari pihak Vietnam," kata Hishamuddin.

Pesawat hilang pada hari Jumat (7/3) tanpa memberikan sinyal antara perairan Malaysia-Vietnam. MAS MH370 kehilangan kontak dengan pengawas lalu lintas udara sekitar 01:30, satu jam setelah meninggalkan Malaysia.

Pesawat berisi 227 penumpang dari 14 negara yang terdiri dari 152 penumpang Cina, 38 Malaysia, tujuh orang Indonesia, enam warga Australia, lima orang India, empat Perancis dan tiga warga Amerika serta 12 kru penerbangan.

Malaysia Airlines diketahui memiliki catatan keselamatan terbaik di antara operator dengan layanan lengkap di kawasan Asia-Pasifik. Pilot dalam penerbangan kali ini adalah Kapten Zaharie Ahmad Shah (53) yang memiliki pengalaman terbang 18.365 jam.

Media pemerintah Cina mengatakan 24 seniman Cina dan anggota keluarganya ikut serta dalam penerbangan tersebut. Seorang kaligrafer terkenal juga ikut penerbangan naas itu.

Sampai saat ini, seluruh dunia masih menanti dan tetap berharap para korban bisa ditemukan dalam kondisi baik.


(slm/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads