Interpol Identifikasi Lebih dari 2 Paspor Mencurigakan

Pesawat MAS Hilang

Interpol Identifikasi Lebih dari 2 Paspor Mencurigakan

- detikNews
Senin, 10 Mar 2014 01:02 WIB
Interpol Identifikasi Lebih dari 2 Paspor Mencurigakan
Roma - Juru bicara Interpol mengatakan telah memeriksa semua dokumen penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 dan menemukan lebih dari dua paspor mencurigakan yang saat ini sedang diinvestigasi. Namun, dirinya tak dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai berapa banyak dokumen atau negara yang dimaksud.

"Walaupun terlalu dini untuk berspekulasi mengenai hubungan antara paspor curian ini dan hilangnya pesawat, namun hal ini menjadi perhatian utama kami. Karena setelah diinvestigasi, ditemukan
beberapa orang penumpang penerbangan ini menggunakan pasor curian yang teridentifikasi dari database Interpol," ujar Sekjen Interpol, Ronald Noble.

Dikutip The Strait Times dari Reuters, Minggu, (9/3/2014), Interpol menemukan lebih dari 40 juta dokumen perjalanan yang hilang dan dicuri. Pihaknya pun sejak lama telah mendesak negara-negara di dunia untuk mebuat sebuah peraturan mengenai penggunaan dokumen perjalanan palsu.

"Beberapa negara telah melakukannya, sementara yang lainnya belum," jelasnya dalam sebuah pernyataan.

Interpol mengatakan, paspor atas nama Kozel dan Maraldi telah ditambahkan ke dalam database sebagai barang yang hilang dan dicuri pada 2012 dan 2013 lalu.

Namun belum ada satu pun negara yang bersedia bekerjasama untuk melakukan pencarian, sehingga dikhawatirkan paspor palsu tersebut telah digunakan beberapa kali untuk penerbangan lintas negara.

"Ini adalah situasi tak pernah kita harapkan. Selama bertahun-tahun Interpol telah meminta agar negara-negara melakukan langkah-langkah keamanan di bandara-bandara dan perbatasan antar negara sebelum tragedi ini terjadi," kata Noble.

"Jika Malaysia Airlines dan semua penerbangan di seluruh dunia mampu memeriksa rincian paspor calon penumpang yang terintegrasi dengan database Interpol, maka kita tidak perlu berspekulasi apakah paspor curian digunakan oleh teroris untuk kasus MH370 ini," tambahnya .

Hingga saat ini belum ada indikasi hilangnya pesawat itu terkait dengan dua penumpang berpaspor palsu. Pihak berwenang sedang berusaha untuk mengidentifikasi identitas mereka yang sebenarnya.

(rni/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads