Diketahui 2 paspor curian lolos digunakan penumpang misterius Malaysia Airlines (MAS) MH370 yang hilang. Pemerintah Malaysia akan mengevaluasi protokol keamanan di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).
"Pemerintah akan mengevaluasi protokol yang berlaku di KLIA dan disiapkan untuk meningkatkan protokol dan keamanan bila dibutuhkan," kata PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak seperti dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama, Minggu (9/3/2014).
PM Najib mengatakan hal itu ketika ditanya kemungkinan adanya elemen ancaman teroris dalam hilangnya MAS MH370. Najib menambahkan, pemerintah tak akan mengambil kesimpulan tanpa bukti yang kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan bagaimana bisa kedua penipu itu bisa naik pesawat tujuan ke Beijing itu. Zahid juga menegaskan pihaknya telah mengarahkan Departemen Imigrasi memulai investigasi yang dipimpin Dirjen Imigrasi Aloyah Mamat.
"Kami juga akan menanyai personel yang bertugas di KLIA pada waktu penumpang masuk menuju pesawat. Kami ingin mencari tahu bagaimana penipu bisa melewati Imigrasi dan naik ke pesawat," tegas Zahid seperti dilansir The Star, Minggu (9/3/2014).
Dia juga mengatakan, kemungkinan dokumen paspor curian itu fitur keamanannya kurang memadai. "Tidak seperti paspor Malaysia yang pakai fitur chip, biometrik dan barcode, paspor yang dikeluarkan beberapa negara kurang memadai (faktor keamanannya)," imbuhnya.
(nwk/fdn)











































