"Maskapai ini telah menyebarkan tim yang terdiri dari 94 caregiver (pendamping) yang terdiri dari staf terlatih dan juga anggota Yayasan Tzu Chi untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga. Maskapai ini juga akan menerjunkan satu set pendamping ke Beijing hari ini," demikian rilis Malaysian Airlines seperti dikutip dari situsnya, Minggu (9/3/2014).
Malaysia Airlines selain memberikan dukungan kepada anggota keluarga korban, juga termasuk memberi bantuan keuangan langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Malaysia Airlines akan mendirikan pusat komando di Kota Bharu, Malaysia, atau Ho Chi Minh, Vietnam, sesegera mungkin bila lokasi pesawat sudah ditemukan dan akan membuat pengaturan yang diperlukan.
Maskapai ini terus bekerja sama dengan pemerintah dalam memberikan bantuan. Dalam kondisi terburuk, seorang spesialis manajemen pemulihan bencana dari Atlanta, Amerika Serikat, akan membantu Malaysia Airlines dalam waktu krisis ini.
Dikabarkan juga setelah lebih dari 24 jam hilang kontak, tim SAR masih tidak dapat mendeteksi keberadaan pesawat yang hilang.
(nwk/nrl)











































