Seperti dilansir Reuters, Sabtu (8/3/2014), keluarga penumpang dibawa ke sebuah hotel yang berlokasi di dekat bandara Beijing. Mereka ditempatkan di salah kamar dan diminta menunggu informasi terbaru mengenai kondisi pesawat dari pihak maskapai.
Namun rupanya sama sekali tidak ada perwakilan dari Malaysia Airlines yang datang menemui mereka. Disebutkan setidaknya ada 154 penumpang asal China termasuk satu balita dalam pesawat dengan nomor penerbangan MH370 tersebut.
Sekitar 20 orang yang merupakan anggota keluarga penumpang kompak keluar kamar bersama-sama. Mereka terlihat marah karena sama sekali tidak mendapat informasi mengenai kondisi anggota keluarga mereka yang menjadi penumpang pesawat yang hilang kontak tersebut.
"Tidak ada satu pun dari pihak perusahaan (Malaysia Airlines-red) di sini, kita tidak bisa menemui satu orang pun. Mereka hanya memindahkan kami di ruangan ini dan meminta kami menunggu," tutur seorang pria paruh baya yang enggan disebut namanya.
"Kami ingin mereka menunjukkan diri mereka. Mereka bahkan tidak memberikan kami daftar penumpang," imbuhnya.
Seorang anggota keluarga penumpang lainnya berusaha menghindari kerumunan wartawan sambil bergumam: "Mereka memperlakukan kami lebih buruk dari anjing."
Sejumlah media China ikut mengkritisi respon pihak Malaysia Airlines yang dinilai lamban. Pihak maskapai membutuhkan waktu lama untuk mengumumkan apa yang terjadi dan menolak menjawab pertanyaan.
"Malaysia Airlines, mengapa kalian menunggu hingga 5 jam setelah hilang kontak dengan pesawat untuk mengumumkannya pertama kali, dan kenapa kalian hanya melakukan konferensi pers setelah nyaris 13 jam?" tulis kantor berita Xinhua pada akun Weibo maskapai Malaysia Airlines.
Sementara itu, seorang warga India yang bekerja di Beijing, Sanved Kolekar mengaku kaget begitu tiba di bandara ketika dia hendak menjempu kedua orang tuanya yang datang berkunjung.
"Orang tua saya ada dalam penerbangan tersebut, mereka seharusnya sudah sampai di sini pukul 06.30, saya tidak tahu apa yang terjadi. Mereka tidak memberikan informasi apapun kepada saya, ini sangat sulit karena saya tidak memahami bahasa lokal," ucapnya.
Pesawat Boeing 777-200 ini hilang kontak pada pukul 02.40 waktu setempat, atau 2 jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur pada Sabtu (8/3) dini hari. Dijadwalkan pesawat ini mendarat di Beijing, China pada pukul 06.30 waktu setempat, pada hari yang sama. Namun keberadaannya masih misterius hingga saat ini.
(nvc/gah)











































