Pihak maskapai membantah kabar yang menyebut bahwa pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di wilayah lain di China. Pihak Malaysia Airlines memastikan bahwa pesawat masih dinyatakan hilang hingga saat ini.
"Pada saat ini, kami sama sekali tidak tahu di mana keberadaan pesawat tersebut," tegas Wakil Presiden Kendali Operasi Malaysia Airlines, Fuad Sharuji kepada CNN "AC360", Sabtu (8/3/2014).
Faruji menjelaskan bahwa pesawat dengan nomor penerbangan MH370 tersebut hilang kontak dengan Subang Air Traffic Control pada Sabtu (8/3), pukul 02.40 waktu setempat.
"Kami terus berusaha menghubungi pesawat ini dengan berbagai macam cara," ucap Faruji.
Pesawat Boeing 777-200 ini lepas landas dari Kuala Lumpur pada Sabtu pukul 00.41 waktu setempat. Dijadwalkan pesawat ini sudah mendarat di Beijing, China pada pukul 06.30 waktu setempat, pada hari yang sama.
Ketika hilang kontak, pesawat ini diketahui hanya membawa bahan bakar untuk penerbangan selama 7,5 jam. Muncul kekhawatiran bahwa pesawat ini kehabisan bahan bakar jika memang masih mengudara saat ini. Segala kemungkinan, termasuk yang terburuk bisa saja terjadi dan pihak Malaysia Airlines terus berusaha melakukan pencarian.
"Fokus maskapai adalah bekerja erat dengan petugas penyelamat darurat dan otoritas setempat dan mengerahkan dukungan penuh," demikian pernyataan Malaysia Airlines.
(nvc/fjr)











































