Kelompok militan di Suriah yang didukung kekuatan asing dilaporkan menculik 13 biarawati. Keberadaan para biarawati ini kini misterius semenjak para perunding kehilangan jejak dengan pelaku penculikan.
Seperti dilansir PressTV, Jumat (7/3/2014), kelompok militan ini menculik 13 biarawati dan tiga pembantu mereka di sebuah kota tua warga penganut Kristen, Ma'Loula, Suriah pada 2 Desember 2013 lalu. Para pelaku kemudian memindahkan para korban ke kota lain, Yabroud yang merupakan markas kuat para militan.
"Saya terus melakukan kontak rutin dengan mereka, namun sejak kemarin (6/3) kami hilang kontak," terang seorang sumber yang terlibat dalam perundingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kontak terus dilakukan untuk mencoba memastikan keselamatan mereka," imbuh sumber tersebut.
Sumber tersebut menambahkan bahwa para biarawati tersebut diculik oleh kelompok militan jaringan Al-Qaeda bernama al-Nusra Front yang dipimpin oleh Abu Malek al-Kuwaiti.
Kelompok militan tersebut telah memberikan daftar tuntutan mereka kepada para perunding demi bebasnya para biarawati tersebut. Termasuk di dalam daftar yakni pembebasan seluruh tahanan wanita di penjara Suriah dan juga penarikan tentara pemerintah dari kawasan religius Kristen.
Militan ini terus melakukan perlawanan terhadap pemerintah Suriah. Kelompok ini sempat menyerang kota Ma'loula yang dianggap sebagai simbol kehadiran Kristen kuno di Suriah pada September 2013 lalu. Namun mereka kemudian berhasil dipukul mundur oleh tentara Suriah.
Konflik dan kekerasan yang melanda Suriah sejak tahun 2011 lalu terus berlangsung. Menurut laporan, kekuatan Barat dan sekutu mereka, terutama Qatar, Arab Saudi, dan Turki memberikan dukungan kepada militan yang beraksi di Suriah.
(nvc/ita)











































