Warga Muslim Tatar Crimea Menolak Referendum Untuk Gabung ke Rusia

Warga Muslim Tatar Crimea Menolak Referendum Untuk Gabung ke Rusia

- detikNews
Jumat, 07 Mar 2014 14:58 WIB
Warga Muslim Tatar Crimea Menolak Referendum Untuk Gabung ke Rusia
warga Tatar berdemo menolak Rusia (PRI.org)
Kiev, -

Parlemen Crimea, Ukraina telah memutuskan untuk menggelar referendum guna bergabung dengan Rusia. Referendum yang akan digelar tanggal 16 Maret itu memicu kekhawatiran sebagian warga Crimea, khususnya warga minoritas muslim Tatar. Mereka menolak bergabung dengan Rusia.

Warga Tatar khawatir bahwa hak-hak mereka akan terabaikan jika wilayah tersebut masuk ke dalam kekuasaan pemerintah Rusia. Bahkan parlemen Tatar Crimea atau Mejilis telah mengumumkan, pihaknya tak akan mengakui referendum tersebut dan menyerukan warga Crimea dari semua etnis untuk memboikotnya.

Olga, seorang wanita Tatar yang berprofesi sebagai guru, mengaku menentang referendum tersebut. Dia berharap agar Crimea tidak jatuh ke tangan Rusia. Wanita itu telah ikut serta dalam aksi-aksi demo menentang kemunculan tiba-tiba para milisi pro-Rusia di jalan-jalan Crimea.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebanyakan orang di sini mungkin orang Rusia, tapi ada juga banyak orang lainnya -- Tatar, Yunani, Ukraina," tutur Olga seperti dilansir USA Today, Jumat (7/3/2014).

Sulaymanov Mukhamed Ali, konsultan bisnis di Simferopol, Crimea juga mengaku khawatir akan masa depan warga Tatar. Terlebih lagi jika isu politik Crimea ini berakibat pada timbulnya kekerasan anti-Tatar.

Jumlah warga Tatar mencapai 15 persen dari seluruh populasi Crimea. Warga Tatar Crimea kembali ke Ukraina setelah pecahnya Uni Soviet pada tahun 1990-an silam.

Nasib minoritas warga Tatar ini mendapat perhatian besar pemerintah Turki. Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu telah melakukan perjalanan ke Kiev, Ukraina beberapa hari lalu dan telah melakukan pembahasan lewat telepon dengan perwakilan dari Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Polandia untuk membahas krisis ini.

"Turki akan melakukan semua hal yang mungkin untuk memastikan stabilitas Crimea di jantung Ukraina," ujar seorang pejabat pemerintah Turki. "Hak asasi rakyat Tatar dan keberadaan mereka harus dijamin," tandasnya.

Turki selama ini telah memelihara hubungan kebudayaan yang kuat dengan komunitas Tatar di Ukraina. Pemerintah Turki juga mendanai proyek-proyek pembangunan termasuk perumahan, jalan raya dan sekolah di Crimea melalui program bantuan yang bermarkas di Simferopol, ibukota Crimea.



(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads