Sebanyak 33 warga Korea Utara (Korut) terancam dieksekusi mati oleh pemerintah negeri komunis itu. Warga Korut ini dituding berkomplot dalam upaya penggulingan rezim Kim Jong-un.
Warga Korut tersebut ketahuan bekerja sama dengan seorang misionaris asal Korea Selatan (Korsel), Kim Jung-wook. Mereka menerima uang dari misionaris tersebut untuk mendirikan 500 gereja bawah tanah di wilayah Korut.
Puluhan warga Korut ini diyakini akan dieksekusi mati di dalam sel di Departemen Keamanan Nasional. Demikian seperti disampaikan media Korsel dan dilansir Daily Mail, Jumat (7/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam konferensi pers tersebut, Kim menyampaikan permohonan maaf atas kejahatan melawan negara yang dilakukannya. Dia juga menyerukan pembebasan dirinya dari penahanan otoritas Korut.
Kim juga menjelaskan bahwa dirinya ditangkap pada awal Oktober 2013 lalu setelah masuk ke wilayah Korut dari China dan berusaha menuju ke Pyongyang dengan membawa Alkitab, buku instruksi dan juga film religius. Kim juga mengakui bahwa dirinya menerima bantuan dari agen intelijen Korsel.
"Saya berpikir untuk mengubah Korut menjadi negara yang religius, dan menghancurkan pemerintahan dan sistem politiknya," tutur Kim dalam konferensi pers tersebut.
"Saya menerima uang dari intelijen dan mengikuti instruksi dari mereka, dan menyewa sejumlah warga Korut untuk menjadi mata-mata mereka. Dan saya juga mendirikan sebuah gereja bawah tanah di China, di Dandong, dan saya meminta jemaatnya untuk bercerita dan menulis untuk saya agar mendapat rincian realita kehidupan di Korut, dan saya memberikan informasi ini kepada intelijen," imbuhnya.
Namun sumber intelijen Korsel di China memberikan informasi berbeda dengan pengakuan Kim. Menurut sumber ini, misionaris Kim tidak masuk ke wilayah Korut dengan sukarela, melainkan diculik oleh agen Korut di China.
Namun melalui surat kabar Korut, Chosun Ilbo dilaporkan bahwa Kim pernah memberitahu warga Korut bahwa dirinya akan membangun sebuah gereja di lokasi berdirinya patung raksasa pendiri Korut Kim Il Sung, usai rezim Korut jatuh. Otoritas Korut juga menunjukkan video pengakuan warga Korut yang terlibat kasus ini.
(nvc/ita)










































