Wilayah Singapura terancam kembali diselimuti kabut asap. Selain karena kebakaran hutan yang terjadi di Riau, Sumatera, arah angin yang mengarah ke wilayah Singapura menjadi penyebab ancaman kabut asap ini.
Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) menjelaskan terjadinya transisi cuaca dari wilayah Northeast Monsoon menjadi inter-Monsoon pada minggu kedua bulan Maret ini. Kondisi ini memicu arah angin di Singapura yang lebih ringan dan bervariasi.
"Kondisi ini memicu beberapa risiko munculnya kabut asap lintas-batas yang mempengaruhi Singapura jika titik api di Sumatera masih bertahan dan arah angin di wilayah kita bergerak ke barat," demikian pernyataan NEA seperti dilansir New Straits Times, Kamis (6/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NEA menyampaikan laporannya mengenai perkembangan kabut asap di Sumatera, terutama di Riau yang paling parah dilanda kabut asap. NEA menambahkan, dalam beberapa minggu terakhir titik-titik api juga terdeteksi di beberapa wilayah Semenanjung Malaysia.
Terhitung pada Rabu (5/3) kemarin, enam dan 47 titik api terdeteksi masing-masing di Sumatera dan Semenanjung Malaysia. NEA menganalisis, kualitas udara masih dalam level moderat.
Level Pollutant Standards Index (PSI) dalam 24 jam terakhir mencapai 51-52. Menurut NEA, kondisi ini dipicu oleh akumulasi partikel di bawah angin yang konvergen atau memusat.
Kendati demikian, kualitas udara saat ini masih dalam level baik. NEA akan terus memantau situasi ini.
(nvc/ita)











































