Ini dilakukan setelah diplomat itu dicegat sekelompok pria bersenjata dan terkepung di dalam sebuah kafe, sementara di luar, kerumunan demonstran berteriak-teriak "Rusia! Rusia!"
Utusan khusus PBB bernama Robert Serry tersebut, telah berlindung di kafe itu untuk meloloskan diri dari sekelompok pria bersenjata yang mencegatnya pada Rabu, 5 Maret waktu setempat. Diplomat Belanda itu akhirnya setuju untuk meninggalkan Crimea guna mengakhiri ketegangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah Crimea saat ini masih berada di bawah kendali pasukan Rusia, yang didatangkan pekan lalu.
(ita/nrl)











































