Ini dilakukan setelah diplomat itu dicegat sekelompok pria bersenjata dan terkepung di dalam sebuah kafe, sementara di luar, kerumunan demonstran berteriak-teriak "Rusia! Rusia!"
Utusan khusus PBB bernama Robert Serry tersebut, telah berlindung di kafe itu untuk meloloskan diri dari sekelompok pria bersenjata yang mencegatnya pada Rabu, 5 Maret waktu setempat. Diplomat Belanda itu akhirnya setuju untuk meninggalkan Crimea guna mengakhiri ketegangan.
Seperti diberitakan kantor berita Reuters, Kamis (6/3/2014), Serry terlihat dikawal polisi saat melewati massa pro-Rusia yang terdiri dari sekitar 100 orang demonstran di dekat markas besar misi pengamat asing di Crimea. Sebagian demonstran tampak mengibarkan bendera Rusia.
Wilayah Crimea saat ini masih berada di bawah kendali pasukan Rusia, yang didatangkan pekan lalu.
(ita/nrl)











































