Nabil Shaath, pemimpin gerakan Fatah Palestina mengatakan, tuntutan Netanyahu akan pengakuan dan terus dipertahankannya pasukan Israel di sepanjang Lembah Yordan di wilayah negara Palestina nantinya, benar-benar ditolak.
Menurut Shaath seperti dilansir Press TV, Rabu (5/3/2014), pernyataan Netanyahu itu sama dengan "pengumuman resmi akan berakhirnya negosiasi secara sepihak."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para negosiator Palestina dan Israel telah memulai kembali putaran dialog langsung pada Juli 2013 lalu setelah beberapa tahun mandek. Sejak dimulainya pembicaraan damai itu, Palestina telah menolak sejumlah isu, termasuk soal pemukiman warga Israel di wilayah Tepi Barat.
Terakhir kali pembicaraan damai Israel dan Palestina terhenti pada tahun 2010 lalu, setelah rezim Tel Aviv menolak menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
(ita/nrl)










































