Demikian disampaikan Pentagon dalam dokumen strategi terbarunya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (5/3/2014).
Departemen Pertahanan AS itu menyebut Pyongyang sebagai "tertutup dan otoriter". Karenanya keberadaan militer AS di wilayah Korea akan terus dipertahankan dan bahkan AS akan menambah investasi dalam pertahanan rudal.
"Korut mencerminkan ancaman signifikan bagi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea dan di Asia Timur Laut serta merupakan ancaman langsung yang meningkat bagi AS," demikian disampaikan dalam Quadrennial Defense Review, tinjauan strategi global militer AS yang terbaru.
Disebutkan bahwa pasukan AS akan terus bekerjasama secara erat dengan militer Korea Selatan (Korsel) untuk "menangkal dan mempertahankan diri dari provokasi Korut."
Tinjauan strategis Pentagon ini dirilis di tengah meningkatnya aktivitas militer Korut dalam sepekan terakhir, dengan menembakkan rudal-rudal jarak pendek Scud dan roket-roket ke lautan. Peluncuran ini dilakukan bersamaan dengan latihan militer gabungan AS-Korsel yang ditentang Pyongyang.
(ita/nrl)











































