Key mengatakan, pihak Istana Kensington, Inggris tadinya berharap agar Pangeran William bisa menemui Raja Tuheitia di Turangawaewae marae atau istana pertemuan, selama kunjungannya ke Selandia Baru pada 7-17 April mendatang. Dalam lawatan itu, William akan disertai istrinya, Catherine dan putranya, George.
Namun disampaikan Key, kantor Raja Tuheitia menolak tawaran pertemuan itu. Alasannya, waktu 90 menit yang diperuntukkan untuk kunjungan ke kediaman Raja Maori itu tidaklah cukup untuk melaksanakan protokoler semestinya. Padahal menurut Key, waktu 90 menit itu sudah cukup apalagi mengingat padatnya jadwal Pangeran William selama di Selandia Baru nanti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi orang-orang Raja Tuheitia yang mengatakan bahwa waktu 90 menit tidak cukup... Jadi pada akhirnya, orang-orang Raja Tuheitia bilang bahwa 'Jika Anda tak bisa membuatnya lebih lama dari 90 menit, maka tak perlu datang' -- jadi mereka tidak datang," papar Key.
Posisi Raja Tuheitia tidak memiliki status konstitusional ataupun kekuasaan hukum apapun di Selandia Baru. Namun sang Raja memegang arti simbolis yang sangat besar bagi sebagian warga Maori. Sebelum naik takhta pada tahun 2006 lalu, sang Raja bekerja sebagai sopir truk.
(ita/nrl)











































