Para saksi mata mengaku mendengar suara ledakan di desa Daih di pinggiran Manama pada Senin, 3 Maret waktu setempat. Di saat yang sama, polisi melepaskan gas air mata untuk membubarkan para demonstran.
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon mengecam serangan bom tersebut. "Tindak kekerasan seperti itu tak bisa dibenarkan bagaimanapun juga... Dia menyerukan semua warga Bahrain untuk bersatu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menggalang rekonsiliasi," kata juru bicara Ban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu di antara ketiga korban jiwa tersebut polisi yang berasal dari Uni Emirat Arab (UAE). Hal ini telah dikonfirmasi oleh Kementerian Dalam Negeri UAE.
"Letnan Satu Tariq al-Shehi dari Emirat tewas beserta dua anggota kepolisian Bahrain saat tengah melaksanakan tugas nasionalnya untuk menjaga ketertiban," demikian statemen Kementerian Dalam Negeri UAE.
Ledakan bom ini merupakan serangan paling mematikan yang menimpa pasukan keamanan sejak warga Bahrain melancarkan demo besar-besaran menentang kekuasaan keluarga raja Bahrain, Al-Khalifa.
Bentrokan kerap terjadi antara pasukan keamanan dan para demonstran Syiah tersebut. Unjuk rasa ini dilakukan untuk menuntut dinasti berkuasa Al-Khalifa menyerahkan kekuasaannya atas posisi-posisi penting kabinet.
(ita/nrl)











































