WNI Pembuat Kue Sukses Bisnis Mobil dan Buka Bengkel di Selandia Baru

WNI Pembuat Kue Sukses Bisnis Mobil dan Buka Bengkel di Selandia Baru

- detikNews
Selasa, 04 Mar 2014 10:30 WIB
WNI Pembuat Kue Sukses Bisnis Mobil dan Buka Bengkel di Selandia Baru
Irdan Harkan (Foto: Abimanyu P)
Wellington, -

Keberhasilan dan kesuksesan WNI di luar negeri ini patut diacungi jempol. Pria berumur 34 tahun ini menjadi WNI pertama yang sukses membuka bisnis jual beli mobil bekas sekaligus membuka bengkel di Selandia Baru.

Kisah mengenai Irdan Harkan, TKI koki pembuat kue yang alih profesi ini cukup menggugah. Dia satu-satunya WNI yang sukses berbisnis mobil dan membuka bengkel di Selandia Baru.

Hanya dalam waktu 7 tahun, Irdan dan istrinya, Wina Nelaviana (32) bisa membangun jaringan bisnis jual beli mobil bekas buatan Jepang dan bengkel di negeri Kiwi tersebut. Pemilik bengkel Aksalmotors dan importir mobil Indocar ini telah membantu warga setempat memiliki kendaraan dengan kocek terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sederet mobil Jepang bermerek Toyota, Nissan dan Honda, berjejer di showroom yang berada di halaman rumahnya yang cukup luas (600 m2), yang terletak di ujung jalan Werrington Rd 21, Newland, Wellington.

"Halaman ini bisa memuat 30 mobil. Para calon pembeli bisa melihat mobil yang ditaksir," ujar Irdan kepada PLE Priatna, WNI yang bekerja di Wellington, saat melihat stok mobil bekas di showroomnya. Disebutkan bahwa nilai investasi bisnisnya itu sekurang-kurangnya 240 ribu dolar Selandia Baru.

"Biasanya, calon pembeli datang di hari Sabtu-Minggu. Kalau lagi bagus, bisa laku 3 mobil dalam sehari," tutur Irdan seperti disampaikan Priatna kepada detikcom, Selasa (4/3/2014).

Irdan pun berbagi tips mengapa mobil-mobilnya banyak diminati.

"Harga saya pasang sedikit di bawah harga pasar. Mobil di atas tahun 2004 ini saya bandrol antara 5000 sampai 8000 dolar Selandia Baru. Ternyata masih banyak segmen pembeli di kelas ini," papar Irdan. Sepanjang tahun 2013, tak kurang dari 70 mobil telah didatangkannya dari Jepang.

Sementara, Aksalmotors, bengkel mobil seluas 800 m2, dengan aset senilai 170 ribu dolar Selandia Baru yang berada di kawasan Newtown itu cukup dikenal. Sekitar 1.200 pelanggan dari warga Kiwi dan WNI mengunakan jasanya. Di bengkel itu, Irdan mempekerjakan 3 staf asing, yakni warga Kiwi asal Samoa, Pakistan dan Selandia Baru.

Yang menarik, Irdan sesungguhnya berpendidikan sebagai pembuat kue. Namun karena peluang dan panggilan hati, hobi otomotifnya telah menggeser profesi awalnya sebagai koki pembuat kue.

Irdan tiba di ibukota Wellington ini pada tahun 2005 saat berusia 25 tahun sebagai TKI koki pembuat kue (pastry chef) di hotel ternama Duxton, yang sekarang bernama Amora. Jebolan Akparindo Bandung tahun 1999 ini, beralih profesi karena hobinya sebagai mekanik. Ahli pembuat kue yang menghabiskan hidupnya bekerja menjadi TKI di Arab Saudi, Dubai dan Shanghai ini, dengan modal kecil membeli sebuah bengkel sekaligus menjadi importir mobil Jepang di Wellington.

Berkat keberaniannya, WNI asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini bisa memanfaatkan peluang untuk membuka bisnis yang tepat di negeri orang. Dia pun masuk dalam sederet WNI yang sukses di luar negeri.

Selamat!

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads