Nama pria ini sengaja tidak disebutkan demi melindungi identitas korban. Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (3/3/2014), dalam persidangan pria ini membeberkan perbuatan bejatnya.
Pria ini mengakui dirinya memang meremas payudara putrinya beberapa kali pada tahun 2007 lalu. Saat itu, anak perempuannya berusia 11 tahun.
Dalam persidangan terungkap bahwa korban didiagnosis menderita scoliosis, yakni semacam kondisi medis yang mempengaruhi tulang belakang. Salah satu rekomendasi dari ahli pengobatan tradisional China yakni anak perempuan tersebut harus mendapatkan pijatan di bagian punggungnya.
Dengan dalih hal ini, terdakwa melakukan pijatan terhadap korban di ranjangnya di rumah mereka. Namun korban menyadari adanya keanehan, karena terdakwa hanya melakukan pijatan ketika sang ibunda dan kakak laki-lakinya tidak ada di rumah. Anehnya lagi, terdakwa meminta korban melepas seluruh pakaiannya ketika dipijat.
Menurut pengadilan, terdakwa juga meminta korban untuk melepas celana dalamnya saat dipijat. Dalam persidangan disebutkan bahwa terdakwa terus meraba korban saat dipijat.
Perbuatan bejat terdakwa terbongkar ketika guru korban menyadari perilaku korban yang aneh. Menurut sang guru, korban memiliki kecenderungan untuk melakukan bunuh diri dan melukai dirinya sendiri.
Terdakwa akan dijatuhi vonis pada 26 Maret mendatang.
(nvc/ita)











































