Kepala kepolisian Islamabad Sikandar Hayat mengatakan kepada para wartawan, para penyerang melepas tembakan sebelum kemudian terjadi dua ledakan bom bunuh diri.
"Semua penyerang lainnya kabur, meski satu orang mengalami luka-luka di kaki dan punggung," tutur Hayat seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/3/2014).
Jumlah korban jiwa telah dikonfirmasi pejabat kepolisian lainnya dan juru bicara Institut Sains Medis Pakistan, Ayesha Isani. Dikatakan Isani, 20 korban luka telah dilarikan ke rumah sakit tersebut, separuh di antaranya dalam kondisi kritis. Korban tewas termasuk seorang hakim yang tengah memimpin jalannya sidang.
Pengacara bernama Murad Ali Shah menceritakan momen dramatis sebelum peristiwa berdarah itu.
"Pada pukul 9 pagi, sekitar 15 pria bersenjata mengepung areal pengadilan. Mereka masuk ke ruangan dan langsung menembaki," tutur Shah. "Para penyerang bersenjatakan Kalashnikov dan granat tangan," imbuhnya.
Atas kejadian ini, jalan-jalan di sekitar gedung pengadilan itu ditutup sementara polisi dan pasukan paramiliter tengah melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Gedung pengadilan ini terletak di kawasan pemukiman elit yang banyak dihuni warga asing. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
(ita/nrl)











































