"Saya meminta Anda lagi, untuk Ukraina, yang tengah mengalami situasi pelik," ujar Paus Fransiskus seperti dilansir AFP, Senin (3/3/2014).
"Saya harap bahwa semua pihak di negara tersebut bekerja bersama mengatasi ketidaksepahaman dan membangun masa depan negara ini bersama," imbuhnya.
Lebih lanjut, Paus menyerukan dunia internasional untuk mengedepankan dialog. "Saya menyampaikan permohonan tulus kepada dunia internasional untuk mendukung segala macam inisiatif yang mendukung dialog dan harmoni," ucapnya.
Pemerintah Ukraina menyatakan akan menyiagakan tentaranya setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam akan menginvasi Rusia. Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menyebut bahwa negaranya berada di ambang bencana. Dia mengatakan bahwa Rusia telah mendeklarasikan perang dengan melakukan invasi.
Sedangkan Amerika Serikat mengecam rencana Rusia tersebut. Menteri Luar Negeri AS John Kerry dijadwalkan akan menyambangi Kiev pada hari Selasa (4/3) besok untuk memberikan dukungan pada para pemimpin baru Ukraina. Hal ini diduga untuk mencegah pasukan Rusia menguasai semenanjung Crimea.
Ketegangan yang meningkat di Ukraina ini dikhawatirkan akan memicu krisis terburuk sejak Perang Dingin, mengingat pasukan pendukung Rusia mulai menduduki gedung-gedung pemerintahan, bandara dan gedung strategis lainnya di semenanjung Crimea, Ukraina.
(nvc/ita)











































