China Tuding Militan Xinjiang di Balik Aksi 'Teroris Berpedang' di Stasiun

China Tuding Militan Xinjiang di Balik Aksi 'Teroris Berpedang' di Stasiun

- detikNews
Minggu, 02 Mar 2014 10:50 WIB
China Tuding Militan Xinjiang di Balik Aksi Teroris Berpedang di Stasiun
Sumber: reuters
China - Penyerangan brutal oleh 'teroris berpedang' di sebuah stasiun kereta api di China menyebabkan 33 orang tewas seketika. Atas peristiwa tersebut, China menyalahkan Militan Xinjiang atas kejadian ini.

Penyerangan tersebut terjadi di sebuah stasiun kereta api Kun Ming wilayah Barat Daya China, Sabtu (1/3) sore, seperti dilansir Reuters, minggu (2/3/2014). Pejabat setempat menyatakan, dari sejumlah bukti yang dikumpulkan dari lokasi kejadian diduga pelaku penyerangan brutal tersebut dari kelompok militan Xinjiang.

Ini adalah pertama kalinya masyarakat dari wilayah Xinjiang disalahkan atas sebuah penyerangan skala besar, setelah sebelumnya mereka juga melakukan hal yang sama dalam tragedi Lapangan Tiananmen yang pada saat itu sempat mengguncang kepemimpinan komunis di China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

China sendiri telah meningkatkan keamanan di wilayah Xinjiang setelah beberapa saat yang lalu sebuah kendaraan menabrak wisatawan di tepi Lapangan Tiananmen yang menewaskan tiga orang. China melabeli kejadian itu sebagai serangan bunuh diri oleh gerilyawan Xinjiang. Wilayah ini dikenal sebagai rumah bagi masyarakat Muslim Uighur, dimana banyak diantara mereka secara terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya terhadap pembatasan kebebasan berbudaya dan beragama.

Menurut kantor berita Xinhua, dalam kejadian ini polisi menembak mati empat orang penyerang dan menahan satu orang. Sementara Presiden China Xi Jinping meminta agar upaya mencarian pelaku penyerangan terus dilakukan.

"Secara tegas kami akan menindak pelaku terorisme dan kami akan menghukum teroris yang melakukan penyerangan ini," tegas Xi Jinping.

Pengguna media sosial China, Weibo pun secara aktif memposting gambar berdarah yang didapat dari lokasi kejadian, walaupun segera disensor oleh pemerintah, terutama yang menggambarkan penyerang. Dalam postingan tersebut terlihat bahwa dua di antaranya telah diidentifikasi oleh pengguna Weibo sebagai perempuan.



(rni/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads