Sekelompok pria bersenjata tak dikenal dengan seragam militer menyerbu Bandara Simferopol di Crimea, yang terletak di Semenanjung Ukraina. Sekitar 50 pria bersenjata lengkap ini menduduki bandara tersebut.
Pria-pria bersenjata itu tidak memiliki tanda pengenal pada seragam militer mereka. Saksi mata menyebut, mereka tiba di bandara dengan menumpang tiga truk KAMAZ buatan Rusia. Namun tidak terdapat nopol dan tanda identifikasi pada truk tersebut. Demikian seperti dilansir Interfax-Ukraine dan AFP, Jumat (28/2/2014).
Crimea merupakan negara republik otonomi yang berada di wilayah Ukraina. Sehari sebelumnya, gedung parlemen Crimea diserbu dan diduduki oleh sekelompok pria bersenjata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun laporan saksi mata lain menyebut bahwa puluhan pria bersenjata itu membawa bendera lambang Angkatan Laut Rusia. Awalnya, pria bersenjata tersebut hanya mengelilingi terminal domestik di bandara, namun kemudian bergerak ke area lainnya. Saksi mata menuturkan, sekelompok pria bersenjata tersebut menguasai dan menduduki bandara hingga Jumat (28/2) pagi.
Secara terpisah, seperti dilansir media Rusia, RT, juru bicara pihak bandara membantah adanya pendudukan pria bersenjata. Juru bicara ini menyatakan bahwa puluhan pria bersenjata yang mendatangi bandara berniat mencari personel Angkatan Udara Ukraina.
Menurut juru bicara tersebut, para pria bersenjata langsung meninggalkan bandara ketika menyadari tidak ada kehadiran tentara Ukraina di landasan bandara.
(nvc/ita)











































