Kabur dari Negaranya, Presiden Terguling Ukraina Minta Perlindungan Rusia

Kabur dari Negaranya, Presiden Terguling Ukraina Minta Perlindungan Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 28 Feb 2014 08:38 WIB
Kabur dari Negaranya, Presiden Terguling Ukraina Minta Perlindungan Rusia
Sanatorium yang diduga menjadi persembunyian Yanukovych di Rusia (Yuri Kochetkov/EPA)
Moskow -

Tengah menjadi buronan negaranya sendiri, presiden terguling Ukraina Viktor Yanukovych bersembunyi dan meminta perlindungan otoritas Rusia. Namun Yanukovych bersikeras bahwa dirinya masih pemimpin sah Ukraina.

Media setempat melaporkan keberadaan Yanukovych di salah satu hotel di Moskow, pekan ini. Menurut media setempat, kini Yanukovych tinggal di sebuah sanatorium milik pemerintah Rusia yang di pinggiran Moskow.

Keberadaan Yanukovych dipertanyakan banyak pihak setelah dikabarkan bahwa pekan lalu dia melarikan diri dari ibukota Kiev, Ukraina. Dari 'persembunyiannya', Yanukovych menyampaikan pernyataannya kepada media setempat, Kamis (27/2).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya telah meminta Rusia untuk menjamin keselamatan personal saya dari para ekstremis," tutur Yanukovych dalam pernyataan tertulisnya, seperti dilansir New Straits Times, Jumat (28/2/2014).

"Saya masih menganggap diri saya sebagai kepala negara yang sah bagi Ukraina, yang dipilih melalui pemilihan umum oleh rakyat Ukraina," imbuhnya dalam pernyataan tersebut.

Yanukovych menghilang dari publik sejak Sabtu (22/2) lalu. Hal tersebut setelah otoritas Ukraina mengeluarkan perintah penangkapan bagi dirinya terkait kematian para demonstran antipemerintah di ibukota Kiev. Perintah penangkapan ini dikeluarkan seiring pemerintah interim Ukraina melancarkan penyelidikan atas "pembunuhan massal" para demonstran selama aksi-aksi demo di Kiev.

Pemerintah interim Ukraina menyatakan prioritas Ukraina adalah bergabung dengan Uni Eropa. Pejabat sementara Presiden Ukraina, Oleksandr Turchynov, mengatakan negara itu kini memusatkan upaya pada penyatuan dengan Uni Eropa. Negara-negara Barat mengakui pemerintahan baru Ukraina tersebut, namun Rusia masih menganggap Yanukovych sebagai presiden yang sah.

Sementara itu, media Rusia, RBK melaporkan bahwa Yanukovych terlihat bermalam di sanatorium Barvikha pada Rabu (26/2) malam. Sanatorium yang merupakan fasilitas medis kelas atas tersebut dikelola oleh departemen properti kepresidenan Rusia.

Otoritas setempat saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku tak tahu menahu. Namun hasil pengamatan RBK pada salah satu hotel setempat melaporkan adanya pengamanan ekstra ketat pada Rabu malam, di mana banyak polisi dan petugas keamanan berjaga di sekitar hotel. Sekutu dekat Yanukovych juga terlihat berada di hotel tersebut.

RBK menyatakan bahwa informasi yang didapatkannya berasal dari salah satu pengusaha kaya Rusia dan telah dikonfirmasi oleh seorang pejabat pemerintahan Rusia yang enggan disebut namanya.

Secara terpisah, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin mengaku sama sekali tidak memiliki informasi mengenai kedatangan dan keberadaan Yanukovych di Moskow.

(nvc/ega)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads