Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengusir ketiga diplomat Venezuela itu pada Selasa, 25 Februari waktu setempat. Dikatakan juru bicara Deplu AS, Jen Psaki, para diplomat Venezuela itu telah dinyatakan personae non gratae dan diberikan waktu 48 jam untuk meninggalkan AS.
Pengusiran ini sebagai respons atas keputusan Venezuela yang mengusir tiga pejabat konsuler AS dari negara Amerika Selatan itu pada 17 Februari lalu. Demikian seperti dilansir News.com.au, Rabu (26/2/2014).
Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat itu menyatakan, ketiga diplomat AS yang diusir itu mendukung plot untuk menggulingkan kekuasaannya.
Washington dan Caracas tidak menempatkan duta besar (dubes) masing-masing sejak tahun 2010 lalu. Tepatnya ketika mendiang Presiden Hugo Chavez menolak menerima dubes baru AS untuk negeri tersebut. Sebanyak delapan diplomat AS telah diusir dari Caracas dalam setahun terakhir ini.
Venezuela tengah dilanda ksi-aksi demo antipemerintah selama hampir dua pekan terakhir. Sebanyak 15 orang telah tewas dan 150 orang lainnya luka-luka dalam bentrokan yang mewarnai aksi-aksi protes tersebut
Maduro mencetuskan, Washington mendukung unjuk rasa di negeri itu sebagai upaya untuk melancarkan kudeta di Venezuela.
(ita/nrl)











































