PM Turki Sebut Rekaman Percakapan Bahas Uang Korupsi Adalah Palsu

PM Turki Sebut Rekaman Percakapan Bahas Uang Korupsi Adalah Palsu

- detikNews
Rabu, 26 Feb 2014 14:23 WIB
PM Turki Sebut Rekaman Percakapan Bahas Uang Korupsi Adalah Palsu
Recep Tayyip Erdogan
Ankara - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut rekaman percakapan antara dirinya dan putranya yang bocor ke publik, merupakan rekaman palsu. Dalam rekaman yang bocor, disebutkan bahwa PM Erdogan dan anak laki-lakinya Billal tengah membahas bagaimana menyembunyikan uang hasil korupsi.

PM Erdogan mengecam beredarnya rekaman tersebut dan menyebutnya sebagai serangan keji dari lawan-lawan politiknya. Akibat rekaman ini, banyak pihak mendesak Erdogan untuk mundur dari jabatannya.

"Apa yang telah terjadi merupakan serangan yang keji dan berbahaya terhadap Perdana Menteri Republik Turki. Tindakan ini tidak akan lolos dari hukuman," tegas PM Erdogan kepada anggota parlemen, seperti dilansir AFP, Rabu (26/2/2014).

Pemerintahan Turki tengah dilanda tudingan korupsi besar-besaran. Banyak pejabat yang diminta mengundurkan diri dari jabatannya. Rekaman percakapan telepon yang diunggah ke YouTube tersebut dituding menjadi bukti bahwa PM Erdogan juga terlibat dalam tindak korupsi.

Rekaman itu disebut-sebut mengungkapkan bahwa PM Erdogan meminta bantuan putranya Bilal untuk 'menghilangkan' uang tunai berjumlah jutaan euro yang disimpan di sejumlah rumah. Tidak disebutkan lebih lanjut uang tunai dari mana yang dimaksud.

Dalam rekaman tersebut, Bilal sempat mengatakan: "Ada lebih dari 30 juta euro (Rp 480 miliar)."

Rekaman percakapan yang bocor ini memang belum bisa dibuktikan kebenarannya. Namun sejumlah informasi menyebut bahwa percakapan tersebut terjadi pada 17 Desember 2013 lalu. Saat itu, banyak sekutu pemerintahan Erdogan yang tertangkap dalam penggerebekan kepolisian setempat atas kasus korupsi yang mengguncang pemerintahan Turki.

Masih dalam percakapan tersebut, PM Erdogan terdengar mengarahkan Bilal terkait penggerebekan yang dilakukan kepolisian. Dalam rangkaian penggerebekan tersebut, sejumlah pengusaha ternama dan juga anak mantan menteri Turki ditangkap atas tudingan penyuapan, penyelundupan emas dan transaksi gelap dengan Iran.

Menanggapi hal ini, kantor Perdana Menteri Turki menyatakan bahwa rekaman percakapan tersebut sengaja direkayasa. Kantor PM bahwa bersumpah akan mengajukan gugatan hukum terhadap pihak-pihak di balik rekaman ini.

"Rekaman tersebut merupakan produk rekayasa dan sama sekali tidak benar," demikian pernyataan kantor PM Erdogan.


(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads