Dikatakan juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld kepada kantor berita AFP, Selasa (25/2/2014), batu-batu yang dilemparkan warga Palestina itu melukai dua polisi Israel.
Dalam insiden itu, polisi Israel sempat menggunakan granat setrum untuk membubarkan para demonstran. Tiga demonstran Palestina ditangkap dalam bentrokan tersebut.
Diimbuhkannya, kondisi saat ini sangat tegang menjelang diskusi di parlemen Israel mengenai rencana untuk mencaplok lokasi yang bagi warga Yahudi dikenal sebagai Temple Mount.
"Polisi tetap dikerahkan di Temple Mount dan kunjungan para turis tetap berlangsung," imbuh Rosenfeld.
Parlemen Israel atau Knesset pada malam nanti waktu setempat, rencananya akan menggelar debat mengenai RUU yang diajukan Moshe Feiglin, anggota garis keras partai Likud yang dimpin Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. RUU tersebut mengatur "aplikasi keadulatan Israel" atas wilayah tersebut.
Kawasan Al-Aqsa yang terletak di Old City, Yerusalem merupakan areal sensitif karena nilai pentingnya bagi warga muslim serta Yahudi.
(ita/ita)











































