"AS secara serius mencampuri urusan dalam negeri China dengan membolehkan kunjungan Dalai ke AS dan mengatur pertemuan dengan pemimpin AS," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Qin Gang dalam statemennya seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (22/2/2014).
"Kami mendesak AS untuk menyikapi keprihatinan China dengan serius, berhenti mentolerir dan mendukung kekuatan separatis anti-China, menghentikan intervensi atas urusan dalam negeri China dan segera mengambil langkah-langkah untuk menghilangkan pengaruhnya yang merusak, guna menghindari rusaknya hubungan China-AS lebih jauh," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas pertemuan ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) China Zhang Yesui telah memanggil charge d'affaires AS di Bejing, Daniel Kritenbrink, untuk memprotes pertemuan tersebut.
"China menyampaikan kemarahan keras dan penolakan tegas atas tindakan keliru AS dalam mencampuri isu-isu dalam negeri China," demikian statemen Menlu Zhang.
Obama terakhir kali bertemu Dalai Lama di Gedung Putih pada tahun 2011 lalu. Pembicaraan saat itu memicu kemarahan pemerintah China, yang menyebut pertemuan itu telah membahayakan hubungan China-AS.
Selama beberapa dekade, pemerintah China telah menentang pertemuan para pemimpin asing dengan Dalai Lama, yang kabur ke India pada tahun 1959 setelah gagalnya pemberontakan melawan pemerintahan China. Dalai Lama bersikeras bahwa dirinya lebih mengharapkan adanya otonomi yang lebih besar bagi rakyat Tibet, bukannya kemerdekaan dari China.
Namun pemerintah China menyebut Dalai Lama "seekor musang berbulu domba" dan menuduhnya ingin mengupayakan kemerdekaan Tibet.
(ita/ita)











































