Gagal Mesin, Pesawat Militer Libya Jatuh dan Tewaskan 11 Orang

Gagal Mesin, Pesawat Militer Libya Jatuh dan Tewaskan 11 Orang

- detikNews
Jumat, 21 Feb 2014 16:31 WIB
Gagal Mesin, Pesawat Militer Libya Jatuh dan Tewaskan 11 Orang
Bangkai pesawat yang jatuh (Reuters)
Tunis -

Pesawat militer Libya mengalami gagal mesin dan jatuh di wilayah Tunisia ketika membawa pasien medis. Seluruh penumpang dan awak pesawat yang berjumlah 11 orang tewas seketika.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (21/2/2014), pesawat militer jenis Antonov ini jatuh ketika pilot berusaha mendaratkan pesawat secara darurat di sebuah ladang di desa Nianou, yang berjarak 40 km dari ibu kota Tunis. Pesawat ini terbakar dan hancur ketika menghantam tanah. Yang tersisa hanyalah bagian ekor pesawat yang menunjukkan bendera asal pesawat ini.

"Pesawat ini jatuh sekitar pukul 01.30 waktu setempat... dengan 11 orang yang ada di dalam pesawat -- tiga dokter, dua pasien dan enam awak pesawat," terang juru bicara Departemen Urusan Darurat Tunisia, Mongi El Kadhi seperti dilansir AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seluruh bagian pesawat terbakar kabis. Departemen Urusan Darurat mendatangi lokasi kecelakan dan mengevakuasi sejumlah jasad yang hangus," imbuhnya.

Tidak disebutkan lebih lanjut identitas dua pasien yang ada dalam pesawat ini. Dilaporkan bahwa beberapa warga Libya memang bepergian ke Tunisia untuk menjalani perawatan medis. Pesawat ini lepas landas dari sebuah bandara militer di Tripoli dan tengah menuju ke bandara internasional Tunis-Carthage saat kecelakaan terjadi.

Secara terpisah, petugas air traffic control Bandara Tunis, Sofiene Bejaoui menjelaskan bahwa rekaman komunikasi di dalam kokpit menunjukkan adanya masalah pada mesin.

"Menurut petugas air traffic control yang terakhir berbicara dengan pilot, pesan terakhir sang pilot adalah 'mesin terbakar'. Pesawat ini merupakan pesawat jenis Antonov-26 milik militer Libya, dengan nomor registrasi Five Alpha Delta Oscar Whiskey," jelas Bejaoui.

Insiden ini merupakan insiden kedua yang melibatkan pesawat militer di wilayah Afrika Utara dalam jangka waktu 2 minggu terakhir. Pada 11 Februari lalu, sebuah pesawat militer di Aljazair jatuh ke wilayah pegunungan akibat cuaca buruk dan menewaskan 77 orang.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads