Ditegaskan Kerry, pemerintah AS "dengan tegas mengutuk penggunaan kekerasan terhadap warga sipil oleh pasukan keamanan, dan mendesak agar pasukan ditarik segera."
"Dengan kemarahan dan kegeraman kami telah menyaksikan berulangnya kekerasan di jalanan Kiev yang merenggut lebih banyak jiwa dan menghancurkan keluarga-keluarga," demikian statemen Kerry seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/2/2014).
"Rakyat Ukraina layak mendapatkan yang jauh lebih baik daripada kematian dan penderitaan di jalanan salah satu kota hebat Eropa," imbuh Kerry.
Kerry pun mendesak Presiden Ukraina Viktor Yanukovych untuk segera melakukan negosiasi serius dengan para pemimpin oposisi guna membentuk pemerintahan interim, yang akan mendapatkan dukungan luas.
Kiev telah dilanda aksi demo antipemerintah sejak Presiden Viktor Yanukovych tunduk pada tekanan Rusia dan menarik diri dari perjanjian perdagangan yang direncanakan dengan Uni Eropa. Aksi-aksi demo yang telah berlangsung 3 bulan itu mulai berubah fatal pada Selasa, 18 Februari setelah terjadi bentrokan antara aparat polisi dan para demonstran.
Setidaknya 28 orang tewas dalam bentrokan berdarah tersebut. Bentrokan serupa kembali terjadi hari-hari berikutnya dan kembali menewaskan puluhan orang.
(ita/nrl)











































