Polisi Ukraina Tembaki Demonstran dengan Senjata Otomatis, AS Marah

Polisi Ukraina Tembaki Demonstran dengan Senjata Otomatis, AS Marah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 21 Feb 2014 10:59 WIB
Polisi Ukraina Tembaki Demonstran dengan Senjata Otomatis, AS Marah
polisi antihuru-hara Ukraina (EPA)
Washington, - Pertumpahan darah terjadi di Ukraina. Gedung Putih pun menyampaikan kemarahannya karena aparat keamanan Ukraina menggunakan senjata otomatis terhadap para demonstran antipemerintah di Kiev.

Dalam statemennya, juru bicara Gedung Putih Jay Carney menyerukan penarikan mundur pasukan pemerintah dari garis-garis depan di ibukota Kiev.

"Kami marah atas gambaran pasukan keamanan Ukraina yang menembakkan senjata otomatis ke rakyat mereka sendiri," cetus Carney seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (21/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mendesak Presiden (Viktor) Yanukovych untuk segera menarik pasukan keamanannya dari pusat kota Kiev dan menghormati hak para demonstran damai, dan kami mendesak para demonstran untuk mengekspresikan diri mereka secara damai," tandas Carney dalam statemennya.

Carney pun mengimbau militer Ukraina untuk tidak terlibat dalam konflik ini. Menurut Carney, konflik ini harus diselesaikan dengan cara-cara politik dan Washington akan bekerja sama dengan sekutu-sekutunya untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat kekerasan ini.

Sebelumnya pada Rabu, 19 Februari waktu setempat, Presiden AS Barack Obama mengingatkan pemerintah Ukraina akan adanya konsekuensi jika tidak menghentikan kekerasan terhadap para demonstran damai.

Kiev telah dilanda aksi demo antipemerintah sejak Presiden Viktor Yanukovych tunduk pada tekanan Rusia dan menarik diri dari perjanjian perdagangan yang direncanakan dengan Uni Eropa. Aksi-aksi demo yang telah berlangsung 3 bulan itu berubah fatal pada Selasa, 18 Februari setelah terjadi bentrokan antara aparat polisi dan para demonstran.

Setidaknya 28 orang tewas dalam bentrokan berdarah tersebut. Bentrokan serupa kembali terjadi hari-hari berikutnya dan menewaskan puluhan orang.

(ita/nrl)


Berita Terkait