Seperti dilansir Reuters, Jumat (21/2/2014), seorang saksi mata bahkan mengaku melihat penembak jitu selama kejadian. Hal tersebut memperburuk aksi yang telah berlangsung selama 12 minggu aksi protes.
Menurut laporan dari pemerintah hingga Kamis (20/2/2014), setidaknya 67 tewas termasuk di antaranya 12 orang polisi. Sementara media lokal setempat menyatakan 39 orang demonstran tewas. Kepanikan terjadi di mana-mana, tampak pihak medis sibuk berlalu-lalang mengangkut jasad mereka yang tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiev telah dilanda aksi demo antipemerintah sejak Presiden Viktor Yanukovych tunduk pada tekanan Rusia dan menarik diri dari perjanjian perdagangan yang direncanakan dengan Uni Eropa. Aksi-aksi demo itu berubah fatal pada Selasa, 18 Februari setelah terjadi bentrokan antara aparat polisi dan para demonstran.
Bentrokan ini merupakan yang terbesar selama 12 minggu gelombang demonstrasi di negeri itu. Bahkan bentrokan ini disebut sebagai hari paling berdarah di Ukraina sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.
(rii/jor)










































