Menurut warga setempat, para pria bersenjata menyerbu kota tersebut pada Rabu, 19 Februari sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Mereka bersenjata berat dan melemparkan bahan-bahan peledak ke sejumlah bangunan. Warga yang tengah berada di lokasi berlarian ke semak-semak sekitar untuk berlindung.
"Kami sedang mengumpulkan angkanya dan jumlah korban jiwa telah meningkat menjadi 60 orang dalam serangan Bama," tutur Lawal Tanko, kepala kepolisian negara bagian Borno, yang menjadi pusat pemberontakan Islamis Boko Haram yang telah berlangsung empat tahun.
"Jumlahnya kemungkinan akan bertambah," imbuh Tanko seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (20/2/2014).
"Para penyerang menyebabkan kerusakan parah. Mereka membakar sejumlah gedung besar di kota termasuk sekretariat pemerintah setempat dan istana ulama terkemuka wilayah tersebut," kata Tanko.
Tidak diketahui pasti berapa jumlah penyerang. Namun menurut Tanko, jumlahnya sangat banyak.
Boko Haram telah menewaskan ribuan orang di Nigeria utara dan tengah sejak 2009 dalam pemberontakannya. Aksi pemberontakan itu dimaksudkan untuk menciptakan negara Islam di wilayah Nigeria utara.
(ita/ita)











































