Rusia Kecam Aksi Demo Berdarah di Ukraina Sebagai Upaya Kudeta

Rusia Kecam Aksi Demo Berdarah di Ukraina Sebagai Upaya Kudeta

- detikNews
Kamis, 20 Feb 2014 13:45 WIB
Rusia Kecam Aksi Demo Berdarah di Ukraina Sebagai Upaya Kudeta
Moskow, - Ukraina bergolak! Pemerintah Rusia mengecam kerusuhan berdarah di negara tetangganya itu sebagai upaya kudeta. Presiden Rusia Vladimir Putin pun menyalahkan oposisi atas eskalasi terbesar dalam aksi-aksi demo antipemerintah yang telah berlangsung tiga bulan itu.

"Menurut opini presiden, semua tanggung jawab atas apa yang terjadi sekarang di Ukraina secara khusus ada di tangan ekstremis," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov seperti dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti.

"Tindakan mereka bisa dipandang dan secara khusus dipandang di Moskow sebagai upaya kudeta," imbuhnya seperti dilansir News.com.au, Kamis (20/2/2014).

Setidaknya 28 orang tewas dalam bentrokan berdarah antara aparat polisi dan demonstran antipemerintah di ibukota Kiev pada Selasa, 18 Februari lalu.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyerukan oposisi untuk segera menghentikan kekerasan di Ukraina. "Pihak Rusia mendesak agar para pemimpin oposisi menghentikan pertumpahan darah di negara mereka," demikian pernyataan kementerian.

Kiev telah dilanda aksi demo antipemerintah sejak Presiden Viktor Yanukovych tunduk pada tekanan Rusia dan menarik diri dari perjanjian perdagangan yang direncanakan dengan Uni Eropa. Aksi-aksi demo itu berubah fatal pada Selasa, 18 Februari setelah terjadi bentrokan antara aparat polisi dan para demonstran.

Setidaknya 28 orang tewas dalam bentrokan berdarah tersebut. Bentrokan ini merupakan yang terbesar selama 12 minggu gelombang demonstrasi di negeri itu. Bahkan bentrokan ini disebut sebagai hari paling berdarah di Ukraina sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada tahun 1991.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads