Australia Sebut Hubungan Militer dengan Indonesia Melambat

Australia Sebut Hubungan Militer dengan Indonesia Melambat

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 20 Feb 2014 13:34 WIB
Australia Sebut Hubungan Militer dengan Indonesia Melambat
Ilustrasi
Canberra - Menteri Pertahanan Australia David Hurley mengakui bahwa hubungan militer Australia dengan Indonesia tengah melambat. Terutama pasca insiden pelanggaran wilayah perairan Indonesia oleh kapal Australia yang terjadi berulang kali.

Jenderal David Hurley menyatakan dirinya telah memberitahukan temuan soal pelanggaran perairan Indonesia oleh kapal militer Australia sebanyak 6 kali pada Desember 2013 dan Januari 2014 lalu. Menurut Hurley, insiden terbaru tersebut semakin memperberat hubungan Australia-Indonesia, yang sudah menegang semenjak insiden penyadapan yang diungkap dari dokumen rahasia yang dibocorkan pembocor AS Edward Snowden.

Hurley menyebutkan adanya penundaan kerjasama kedua negara seperti dalam permasalahan pencari suaka dan juga latihan militer gabungan sebagai dampak dari masalah tersebut.

"Saya pikir hubungan kita sedang melambat pada saat ini," tutur Hurley merujuk pada hubungan militer Australia dan Indonesia, seperti dilansir AFP, Kamis (20/2/2014).

"Kami masih berbicara satu sama lain. Kami masih melakukan sejumlah aktivitas yang berlangsung dan saya pikir kami tidak mengurangi aktivitas hingga ke tahap tidak bisa lagi dipulihkan. Dan faktanya, saya pikir kedua belah pihak hanya ingin melakukan urusan seperti biasa," imbuhnya.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menyatakan bahwa hubungan Australia dengan Indonesia tengah menghadapi sejumlah tantangan. "Dan pemerintah Australia akan melakukan hal yang bisa menyelesaikannya," ucap Menlu Bishop.

Menlu Bishop juga menuturkan bahwa kemajuan terjadi pada kode etik yang disusun oleh Indonesia sebagai syarat memperbaiki hubungan dengan Australia. Menurutnya, Australia kini tengah menuju timbal balik dari Indonesia mengenai draf kode etik tersebut.

"Kami telah melakukan pembicaraan yang panjang pekan lalu dan itu sangat bermanfaat, diskusi yang sangat produktif," ucap Bishop setelah bertemu dengan Menlu RI Marty Natalegawa.

(nvc/ita)


Berita Terkait