Pejabat-pejabat keamanan Amerika Serikat mengingatkan adanya kemungkinan ancaman bom sepatu dalam penerbangan-penerbangan internasional menuju AS.
Peringatan ini dikeluarkan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri seperti diberitakan stasiun televisi NBC, Kamis (20/2/2014).
Peringatan yang telah disampaikan kepada maskapai-maskapai penerbangan itu didasarkan pada "laporan intelijen paling baru" yang dianggap kredibel. Disebutkan bahwa para penyerang akan mencoba menyerang para penumpang pesawat dengan menggunakan bahan peledak yang disembunyikan dalam sepatu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya sejumlah bandara telah mewajibkan para penumpang untuk melepas sepatu mereka saat pemeriksaan. Ini dilakukan setelah Richard Reid mencoba meledakkan bahan peledak yang disimpan dalam sepatunya saat penerbangan dari Paris, Prancis menuju Miami, AS, hanya tiga bulan setelah serangan teroris 11 September 2001.
Menurut informasi intelijen yang didapat AS dan negara-negara sekutu, kelompok-kelompok teroris saat ini tengah mengupayakan desain baru bom sepatu.
Belum lama ini, pejabat-pejabat keamanan AS juga mengingatkan adanya ancaman bahan peledak yang tersembunyi dalam pasta gigi.
Sebelumnya pada Hari Natal 25 Desember 2009, pria Nigeria bernama Umar Farouk Abdulmutallab mencoba meledakkan sebuah pesawat dari Amsterdam, Belanda yang tengah mendekati Detroit, AS, dengan menggunakan bahan peledak yang disembunyikan di celana dalamnya.
(ita/ita)











































